Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)
Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan. (FOTO: Medcom.id/Eko Nordiansyah)

Saratoga Dorong Anak Usaha IPO

Ekonomi saratoga investama sedaya
Eko Nordiansyah • 18 Juli 2019 16:12
Jakarta: PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) mendorong anak usahanya untuk melakukan Initial Public Offering (IPO). Namun Saratoga menegaskan IPO oleh anak usahanya harus dilakukan sesuai kebutuhan, tidak sekadar IPO semata.
 
Direktur Investasi Saratoga Devin Wirawan mengatakan pihaknya akan mendorong anak usaha untuk IPO jika sudah memiliki skala bisnis yang cukup besar. Tujuan melantai di pasar modal seharusnya bisa digunakan untuk menarik dana investor oleh anak usaha.
 
"Kita juga bilang kalau IPO punya tujuan yang jelas, misal menarik dana investor. Kalau cuma untuk IPO-IPO-an saja kita kurang setuju karena kalau IPO itu ada beban administrasi beban lain yang ada karena IPO," kata dia di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Juli 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dirinya menambahkan, IPO diharapkan membuat anak usaha lebih independen menjalankan bisnisnya. Hanya saja sampai saat ini, Saratoga masih membimbing anak usaha untuk membesarkan bisnisnya sampai siap melantai di bursa.
 
"Sebenarnya kita maunya semua anak perusahaan kita kalau sudah besar di-IPO. Karena kalau sudah IPO kan independen. Saat ini kan dari grup itu kita masih membimbing manajemen, membantu memprofesionalkan, paling ideal bagi kita itu IPO," jelas dia.
 
Salah satu anak usaha Saratoga, yaitu PT Famon Awal Bros Sedaya (FABS) berencana melakukan IPO. Dana dari pasar modal diharapkan bisa menambah operasional Awal Bros Hospital Group yang kini telah mengoperasikan tujuh rumah sakit di berbagai kota di Indonesia.
 
Pada 2018 Saratoga membukukan rekor pendapatan dividen sebesar Rp900 miliar yang disumbangkan oleh PT Adaro Energy Tbk (ADRO) sebesar Rp483 miliar, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) sebesar Rp251 miliar, dan PT Provident Agro Tbk (PALM) sebesar Rp117 miliar, dan perusahaan investasi lainnya.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif