Gerak IHSG Diprediksi Minim Katalis
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi seiring masih adanya kekhawatiran pasar terkait perselisihan perdagangan antara AS dan Tiongkok. Pemerintah AS juga mendapat kecaman dari negara lain atas tindakan proteksionisme dan diharapkan bisa dikaji ulang secepat mungkin.

"Uni Eropa berencana akan mengenakan bea impor sebesar 25 persen pada berbagai produk AS di minggu ini, setelah Pemerintah AS memberlakukan tarif atas baja dan aluminium UE pada awal Juni. Saat ini fokus masih tertuju terhadap kekhawatiran atas tarif impor," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, Kamis, 21 Juni 2018.

Selain itu, penguatan harga minyak merespons saat sejumlah menteri negara-negara OPEC berupaya memulihkan ketidakpastian dan semakin mendekatnya kesepakatan mengenai pembatasan produksi. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga stabilitas pasar minyak dan mendukung penguatan harga minyak.

"Efek usai libur Lebaran, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terlihat masih bergerak fluktuatif. Belum ada katalis terbaru untuk mendorong pergerakan IHSG. Sedangkan rupiah masih stabil di level Rp13.930 per USD," sebut Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 42,41 poin atau 0,17 persen menjadi 24.657,80. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 4,73 poin atau 0,17 persen menjadi 2.767,32. Indeks Nasdaq Composite naik 55,93 poin atau 0,72 persen menjadi 7.781,51.

Keuntungan dari Nasdaq Composite terutama dikontribusikan oleh Facebook dan Netflix dengan kedua saham meningkat lebih dari dua persen pada penutupan pasar. Kemajuan S&P 500 didukung oleh reli saham teknologi, sementara indeks Dow Jones terus berjuang untuk menguat.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id