Rupiah Diprediksi Bergerak ke Rp14.395-Rp14.369/USD
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Puspa Perwitasari)
Jakarta: Imbas terapresiasinya dolar Amerika Serikat (USD) masih dirasakan rupiah yang masih cenderung melemah. Mata uang Garuda ini diprediksi akan bergerak di kisaran Rp14.395-Rp14.369 per USD.

Senior Analyst CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan sentimen dari dalam negeri berupa disetujuinya sejumlah asumsi dasar makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 tampaknya belum menjadi sentimen yang dapat mengimbangi penguatan USD. Akibatnya rupiah masih terdepresiasi.

"Dalam RAPBN 2019, pertumbuhan ekonomi berada di 5,2-5,5 persen, laju inflasi 2,5-4,5 persen, dan nilai tukar rupiah di kisaran Rp13.700-Rp14.000 per USD," tutur Reza dalam risetnya, Kamis, 12 Juli 2018.

Di sisi lain, terapresiasinya USD seiring dengan pelemahan yuan Tiongkok (CNY) dan dolar Australia (AUD) setelah pemerintahan Trump mengancam 10 persen tarif impor Tiongkok senilai USD200 miliar dalam konflik perdagangan yang meningkat itu juga membuat rupiah terdepresi.

Diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp14.395-Rp14.369 per USD. Kembali melemahnya laju rupiah meski terdapat sejumlah sentimen positif dari dalam negeri di mana belum terespons dengan baik dapat membuka peluang pelemahan lanjutan.

Tidak berbeda dengan sebelumnya, di mana masih rentannya rupiah menghalangi potensi kenaikan lanjutan sehingga perlu dicermati berbagai sentimen, terutama pergerakan sejumlah mata uang global terhadap USD.

 



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id