Bos Mandiri: Pelemahan Kurs di RI Bukan yang Terparah
Ilustrasi. (Foto: Antara/Akbar Nugroho).
Jakarta: Dirut Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pelemahan kurs di Indonesia tidak separah negara-negara emerging market lainnya seperti Turki atau pun Argentina.

"Saya rasa Indonesia termasuk yang tidak berdampak parah kalau kita lihat," kata Kartika di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin, 25 Juni 2018.

Dirinya mengatakan pergerakan nilai tukar rupiah saat ini masih dalam batas normal. Sebab, hampir seluruh mata uang di dunia terkena dampak dari penyesuaian kebijakan bank sentral AS The Federal Reserve yang menaikkan suku bungannya.

"Ini di emerging market ada penyesuaian kebijakan Fed lebih agresif dari perkiraan awal karena ekonomi AS membaik," tutur dia.

Lebih jauh Kartika menambahkan dirinya meyakini baik Bank Indonesia maupun pemerintah akan tetap bisa menjaga stabilitas rupiah ke depannya.

Mengutip Bloomberg, Senin, 25 Juni 2018, rupiah dibuka melemah ke level Rp14.104 per USD dibandingkan perdagangan sebelumnya yang berada di Rp14.086 per USD. Pergerakan rupiah melemah 26 poin atau setara 0,18 persen.

Namun demikian tidak beberapa lama usai pembukaan perdagangan gerak rupiah terus tertekan hingga mencapai level Rp14.112 per USD.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id