IHSG Terjungkal 153 Poin
llustrasi (MI/Ramdani).
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali jatuh pada penutupan perdagangan hari ini. IHSG mendekati level 5.800. IHSG tak berhasil naik meskipun rupiah berhasil naik pada penutupan perdagangan hal ini.

IHSG pada penutupan perdagangan Kamis, 3 Mei 2018 berada pada level 5.858,73 poin atau melemah 153,51 poin. Indeks JII minus 20,57 poin dan indeks LQ45 jatuh 30,32 poin. Volume perdagangan mencapai 7,3 miliar lembar saham senilai Rp8,8 triliun. Sebanyak 68 saham naik dan 355 saham turun. Sektor saham yang paling turun adalah konsumer dan pertambangan.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah di tengah laporan tetapnya suku bunga acuan the Fed dan quarterly earnings Apple yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Pelaku pasar kini tengah menantikan rilisnya data neraca perdagangan.

Dari pasar Eropa, Samuel Research Team mengungkapkan, indeks ditutup menguat setelah beberapa emiten menerbitkan hasil yang sesuai dengan proyeksi konsensus. Dari pasar komoditas dunia, harga minyak dunia turun dan harga emas bergerak naik.

Indeks AS semalam ditutup melemah ditengah laporan tetapnya suku bunga acuan The Fed dan quarterly earnings Apple yang lebih baik dari ekspektasi pasar. Pelaku pasar kini tengah menantikan rilisnya data trade balance. Dari pasar Eropa, indeks ditutup menguat setelah beberapa emiten menerbitkan result yang sesuai dengan proyeksi konsensus. Dari pasar komoditas dunia, harga minyak dunia turun, sementara harga emas naik.

Sementara itu, kemarin indeks di wilayah APAC ditutup mixed dengan kenaikan tipis IHSG sebesar 0,29 persen. Pasar masih menantikan beberapa emiten mid dan big cap yang masih belum menerbitkan laporan kinerja kuartal I-2018. Di sisi lain, pasar tengah mengukur teori dan kepercayaan Sell in May apakah akan kembali terulang pada tahun ini.

Pasar masih menantikan beberapa emiten berkapital menengah dan besar yang masih belum menerbitkan laporan kinerja kuartal I-2018. Di sisi lain, pasar tengah mengukur teori dan kepercayaan 'Sell in May' apakah akan kembali terulang tahun ini atau tidak."Nilai tukar rupiah ditransaksikan pada Rp13.948 atau melemah tajam dibandingkan dengan Rp13.913 di hari sebelumnya dan merupakan nilai tertingginya selama satu tahun terakhir," ungkap Samuel Research Team.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360