BEI: Produk Derivatif Single Share Options Bisa Rilis Tahun Ini

Dian Ihsan Siregar 17 Mei 2018 14:56 WIB
bei
BEI: Produk Derivatif <i>Single Share Options</i> Bisa Rilis Tahun Ini
Investasi. ANT/Akbar Nugroho Gumay.
Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) baru saja meluncurkan tiga indeks saham baru, yakni IDX High Dividend 20, ‎IDX BUMN20 dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70). K‎etiga indeks saham baru ini dapat menjadi acuan bagi para investor dan pengelola dana dalam melakukan investasi.

Setelah peluncuran ketiga indeks ini, bursa ‎juga sedang mengkaji untuk produk derivatif, yakni single share option.‎ Peluncuran ini karena produk derivatif merupakan produk yang sangat digemari di bursa luar negeri.

"Maka produk itu akan ‎semakin meramaikan bursa," ucap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Lewat single share option, investor bisa bertransaksi suatu saham dengan patokan harga yang disepakati dengan pihak broker. Sebagai contoh, investor mematok harga saham A di periode tertentu sebesar Rp10 ribu per saham, jika di akhir periode ternyata di atas Rp10 ribu per saham, maka broker akan membayar kepada investor selisihnya. Sebaliknya, ketika harga ternyata di bawah Rp10 ribu per saham, maka investor lah yang akan membayar kepada broker selisihnya.‎

Tito mengatakan pada saat ini, bursa tengah mengkaji detail pelaksanaan instrumen ini di Indonesia. Tito mengatakan bursa akan mengajukan produk single share option ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam dua bulan ke depan. "Juli, setidaknya OJK telah mengkaji instrumen options yang diajukan oleh bursa," tutur Tito.

Produk tersebut, lanjut Tito, bisa juga digunakan oleh investor untuk melakukan hedging saham tertentu yang sedang‎ dibidik. "Di luar negeri single share option diperdagangkan sampai 23 jam," jelas Tito.



(SAW)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360