Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)
Ilustrasi (MI/ROMMY PUJIANTO)

IHSG Diperkirakan Berbalik Melemah

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 15 Agustus 2019 08:43
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah signifikan dengan Dow Jones turun 3,05 persen menjadi 25.479. Diikuti Nasdaq yang melemah 3,02 persen ke level 7.773 serta indeks S&P 500 tertekan 2,93 persen menjadi 2.840. Pasar saham merespons negatif fenomena terjadinya kurva imbal hasil terbalik yang berada di bawah obligasi tenor dua tahun.
 
"Yang mengindikasikan ekspektasi sinyal resesi ekonomi pada 6-18 bulan ke depan. Selain itu, data PDB kuartal II-2019 Jerman turun 0,1 persen dibandingkan kuartal I-2019 yang naik 0,4 persen qoq turut menambah tekanan kekhawatiran pelemahan ekonomi global," kata Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 15 Agustus 2019.
 
Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), lanjut Samuel Research Team, diperkirakan berbalik melemah seiring tekanan dari global yang cukup besar. Hari ini akan ada rilis data neraca perdagangan Indonesia untuk Juli 2019 dengan survei defisit USD420 juta dengan ekspor turun 11,2 persen yoy dan impor turun 17,76 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami sendiri memperkirakan surplus neraca perdagangan sekitar USD500 juta," ungkap Samuel Research Team.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones anjlok 800,49 poin atau 3,05 persen menjadi 25.479,42 poin, menandai penurunan harian terbesar tahun ini. Indeks S&P 500 jatuh 85,72 poin atau 2,93 persen menjadi 2.840,60 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun tajam 3,02 persen atau 242,42 poin menjadi 7.773,94 poin.
 
Adapun 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar. Sektor energi jatuh hampir empat persen dan memimpin kerugian. Sektor keuangan juga berada di antara yang berkinerja terburuk, mundur sekitar 3,4 persen, karena saham-saham bank utama sensitif terhadap suku bunga dan memperpanjang kerugian mereka.
 
Pelemahan yang terjadi termasuk Bank of America, Citigroup, dan JP Morgan. Saham Macy's anjlok lebih dari 13,2 persen, setelah jaringan toko serba ada AS itu melaporkan laba kuartal kedua di bawah perkiraan pasar. Pengecer ini juga mengurangi prospek laba untuk setahun penuh sebesar 20 sen.
 
Pasar obligasi memancarkan sinyal mengkhawatirkan atas resesi yang membayangi pada Rabu 14 Agustus, karena imbal hasil dari surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun jatuh di bawah imbal hasil surat utang bertenor dua tahun, menandai untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.
 
Selisih yang dibentuk disebut kurva imbal hasil terbalik, secara luas dianggap sebagai pertanda dari resesi ekonomi masa depan. Diakui bahwa resesi biasanya tiba dalam 18 hingga 24 bulan setelah kurva imbal hasil terbalik. Imbal hasil dari surat utang pemerintah jangka panjang dan jangka pendek Amerika Serikat, semua mundur kembali pada Rabu 14 Agustus.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif