RUPST PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin
RUPST PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk - - Foto: Medcom.id/ Husen Miftahudin

BTN Bagikan Dividen Rp561 Miliar

Ekonomi setoran dividen btn
Husen Miftahudin • 17 Mei 2019 19:01
Jakarta: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyetujui pembagian dividen kepada pemegang saham senilai Rp561,58 miliar. Jumlah itu setara 20 persen dari total laba bersih yang diraup perusahaan pada 2018 sebanyak Rp2,8 triliun.
 
"Nilai dividen per unit saham sebesar Rp53,029. Menurut rencana, dividen akan dibagikan ke pemegang saham pada minggu kedua Juni 2019," kata Direktur Finance and Treasury & Strategy BTN Nixon L.P Napitupulu dalam konferensi pers RUPST BTN di Menara BTN, Jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Sementara, lanjut dia, 80 persen laba atau senilai Rp2,24 triliun ditahan perseroan. Laba tersebut akan digunakan perusahaan untuk ekspansi kredit, penguatan modal, dan pengembangan usaha perseroan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam RUPST, pemegang saham mengapresiasi kinerja BTN sepanjang 2018. Kinerja Bank BTN berhasil tumbuh di atas rata-rata industri perbankan, utamanya dari sisi aset dan kredit.
 
Total aset BTN pada 2018 mencapai Rp306,4 triliun, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp261,4 triliun. Pertumbuhan aset tersebut mencapai 17,24 persen atau berada di atas rata-rata industri yang tercatat 9,21 persen yoy.
 
Sementara, kredit dan pembiayaan tercatat mencapai Rp237,8 triliun. Meningkat bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp198,9 triliun.
 
"Kredit dan pembiayaan ini tumbuh 19,48 persen. Angka tersebut jauh di atas rata-rata pertumbuhan kredit tahun 2018 lalu yang dicatatkan industri sebesar 11,75 persen yoy," papar Nixon.
 
Menurut dia, kinerja perseroan di 2018 membuat BTN optimistis menghadapi tahun ini dengan memasang target peningkatan aset sebesar 11-13 persen. Target tersebut akan disokong oleh peningkatan kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK).
 
Dengan membaiknya sektor properti, sambungnya, kredit dan pembiayaan diharapkan tumbuh 12-14 persen. Sedangkan DPK ditargetkan tumbuh di angka yang sama, 12-14 persen.
 
"Kami fokus mengejar low cost fund untuk memperbesar porsi dana murah. Strateginya antara lain mengejar nasabah captive dengan menggunakan produk KPR sebagai entry poin, merangkul nasabah dari generasi milenial, dan mengembangkan fitur digital banking untuk meningkatkan dana murah berbasis transaksi," pungkas Nixon.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif