Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

Indeks Saham Indonesia Berpotensi Menghijau

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 27 Desember 2018 08:30
Jakarta: Usai liburan Natal, Dow Jones semalam ditutup melonjak sebanyak 1.000 poin atau hampir lima persen. Ketiga indeks acuan Amerika Serikat (AS) yakni Dow, S&P, dan Nasdaq mencatat kenaikan satu hari tertinggi sejak Maret 2009.
 
Selain sentimen reli Santa Claus, Samuel Research Team mengungkapkan, sentimen data shopping season holiday yang tercatat naik 5,1 persen dan mencapai US850 miliar, atau tertinggi dalam enam tahun terakhir memberikan dorongan positif di tengah ragam sentimen negatif pasar.
 
Sentimen itu seperti koreksi indeks yang dianggap belum berakhir, berlanjutnya penutupan sebagian pemerintah AS hingga disepakatinya dana pembangunan tembok US-Mexico, dan kritik Trump yang memancing pro kontra tentang the Fed yang terlalu cepat menaikkan suku bunga acuan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari pasar dalam negeri, Samuel Research Team menambahkan, pihaknya melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi ditutup menguat didukung oleh kepercayaan kembali terjadinya reli Santa Claus di akhir tahun ini dan kenaikan tajam bursa AS semalam.
 
"Nilai tukar rupiah melemah ke Rp14.582 per USD dari hari sebelumnya Rp14.553 per USD, sedangkan pasar EIDO naik 3,3 persen," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 27 Desember 2018.
 
Dari pasar Eropa kemarin pasar ditutup bervariasi, sedangkan pagi ini indeks di wilayah APAC yang telah beroperasi perdagangannya ditransaksikan naik merefleksikan penguatan indeks AS. Dari update data makro AS di penghujung tahun, investor tengah menantikan rilisnya data new home sales dan retail inventories.
 
Sementara dari dalam negeri beberapa data penting antara lain money supply yang dijadwalkan terbit dan Nikkei PMI manufaktur serta CPI yang terbit awal pekan depan. Kemudian dari pasar komoditas dunia, harga minyak naik delapan persen setelah sebelumnya turun tajam.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif