Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Rupiah Parkir di Rp14.162/USD

Ekonomi ihsg kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 22 Maret 2019 17:54
Jakarta: Mata uang rupiah terhadap dolar AS terus bergerak menguat. Pada penutupan perdagangan sore berada di level Rp14.100 per USD. Senada, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berada di atas 6.500.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 22 Maret 2019, rupiah menguat hingga 22,5 poin atau setara 0,16 persen ke posisi Rp14.162 per USD. Pada saat pembukaan perdagangan, rupiah berada di Rp14.136 per USD.
 
Sementara mencatat data Yahoo Finance, rupiah sempat berada di level Rp14.160 per USD. Namun demikian terus menguat hingga 25 poin atau setara 0,17 persen. Adapun gerak mata uang Garuda berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (Jisdor) diperdagangkan di level Rp14.157 per USD.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, gerak IHSG menguat 23,498 poin atau setara 0,361 persen ke posisi 6.525 dari pembukaan yang sempat berada di level 6.510.
 
Volume perdagangan tercatat sebanyak 16,6 miliar lembar saham senilai Rp7,6 triliun. Sebanyak 189 saham menguat, 186 saham melemah, dan 163 saham stagnan.
 
Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi sebelumnya mengatakan secara teknikal pergerakan indeks masih menguji level rata-rata harga saham selama 50 hari atau (Moving Average 50). Tren pergerakan indeks juga belum mampu menguat di atas 6.500.
 
"Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung melemah dengan support-resisten 6.450-6.520," kata Lanjar, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat, 22 Maret 2019.
 
Lanjar menjelaskan penguatan perdagangan kemarin terbantu oleh kinerja saham industri semen. Saham PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk (INTP) menguat 6,79 persen. Lalu saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 5,18 persen.

 
Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper memprediksi laju indeks masih akan melemah hari ini. Pergerakan indeks dinilai masih cukup terbatas dipengaruhi oleh keputusan bank sentral Amerika Serikat (the Fed) dan Bank Indonesia terhadap kebijakan suku bunganya.
 
Hasil pertemuan Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level 2,5 persen dan memproyeksikan tidak akan ada kenaikan suku bunga di 2019. Sementara Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga di level enam persen.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif