IHSG Sulit Menghijau, Tiga Saham Bank Layak Dikoleksi
Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Jakarta: Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di akhir pekan diproyeksikan tertahan, bahkan bergerak menuju pelemahan. Diharapkan katalis positif bisa berdatangan yang salah satunya sikap investor yang merespons membaiknya postur neraca perdagangan Indonesia.

Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper mengatakan meski pergerakan IHSG saat ini masih dipengaruhi oleh rilis laporan keuangan kuartal III-2018, namun IHSG diramal terkoreksi dalam. Ia melihat IHSG hari ini akan berada di level support 5.791-5.818 dan resisten 5.865-5.885.

"IHSG diprediksi melemah," kata Dennies, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 19 Oktober 2018.

Senada dengan Dennies, Fund Manager Valbury Capital Management Suryo Narpati memperkirakan IHSG akan berada di zona merah. Pelemahan karena sentimen eksternal yaitu penyelidikan atas Presiden Amerika Serikat Donald Trump oleh Mueller.

Kemudian, sikap Trump yang pesimitis terhadap permbicaraan dagang dengan Tiongkok, serta pernyataan Trump terhadap the Fed yang kurang harmonis kembali memicu tekanan bagi pasar global.  Ia memprediksi IHSG hari ini bergerak di rentang support 5.772-5.819 sampai resiseten 5.865-5.912.

"Sentimen global ini bisa menyulitkan IHSG untuk bisa melaju ke teritori positif di akhir pekan ini," kata Suryo.

Saham-saham yang direkomendasikan hari ini yakni PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk (INCO).



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id