Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)
Ilustrasi (Foto: Media Indonesia)

Minim Sentimen, IHSG Diperkirakan Bergerak Datar

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 25 April 2019 08:15
Jakarta: Kemarin Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah sebanyak 0,23 persen ke level 6.447,9 di mana total penjualan bersih asing sebesar Rp582,8 miliar dengan top loser adalah sektor agribusiness dan beberapa saham perbankan serta consumer. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) tercatat berada pada level Rp14.104 per USD.
 
Hari ini, Samuel Research Team mengungkapkan, investor turut memperhatikan hail Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang berkaitan dengan BI-7DRRR yang diekspektasi masih tidak ada berubah dari level sebelumnya yang sebesar enam persen.
 
"Kami memperkirakan rilis laporan keuangan kuartal I-2019 emiten yang sudah dimulai minggu ini belum mampu mendorong penguatan IHSG. Kami memperkirakan IHSG akan bergerak datar karena minimnya sentimen," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 25 April 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Semalam Dow Jones ditutup melemah tipis 0,22 persen diikuti S&P 500 yang turun 0,22 persen, serta Nasdaq juga melemah 0,23 persen seiring respons investor terhadap laporan keuangan kuartal I-2019 yang di bawah ekspektasi. Pagi ini Nikkei dibuka menguat 0,28 persen, sementara Kospi melemah 0,23 persen.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 59,34 poin atau 0,22 persen menjadi 26.597,05 poin. Indeks S&P 500 melemah 6,43 poin atau 0,22 persen menjadi 2.927,25 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 18,81 poin, atau 0,23 persen menjadi 8.102,01 poin.
 
Saham Boeing naik 0,39 persen, setelah laba kuartalannya menunjukkan sesuai dengan estimasi pasar, sementara pendapatannya sedikit di bawah perkiraan. Saham produsen alat-alat industri AS Caterpillar jatuh 3,03 persen, meskipun laba kuartal pertamanya lebih baik dari perkiraan.
 
Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar, dengan sektor energi turun sekitar 1,85 persen, memimpin para kerugian. Saham-saham energi adalah hambatan terbesar pada S&P 500 karena harga minyak jatuh.
 
Indeks USD, yang mengukur mata uang AS versus sekeranjang enam mata utama saingannya, naik 0,49 persen menjadi 98,119, tertinggi sejak Juni 2017. Investor akan memantau rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk tiga bulan pertama 2019 pada Jumat 26 April, untuk tanda-tanda apakah AS tetap lebih kuat dari ekonomi terkemuka lainnya.
 
Dolar berada 0,38 persen lebih tinggi terhadap yen Jepang, menjelang akhir pertemuan dua hari peninjauan suku bunga pada Kamis, di mana bank sentral Jepang secara luas diperkirakan akan menjaga kebijakan moneternya stabil.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif