Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Desi Angriani)

Peran Bursa Bisa Atasi Utang Luar Negeri

Ekonomi utang luar negeri bei
08 Juli 2019 07:10
Jakarta: Pasar modal dinilai dapat berkontribusi guna meringankan beban utang luar negeri asalkan lebih sinergi dan dioptimalkan.
 
"Solusi melunasi utang negara dan swasta dengan menggunakan struktur pasar modal bisa mempersingkat waktu penyelesaian utang. Bahkan, ke depan bisa menjadi sumber pendanaan bagi pemerintah atau swasta," ujar Senior Stock Trader & Block Investors, Vier Abdul Jamal, di Jakarta, Minggu, 7 Juli 2019.
 
Menurut Jamal, kekuatan pasar modal yang memiliki transaksi harian berkisar Rp8 triliun-Rp10 triliun tak bisa mengabaikan kontribusi BUMN yang sudah bercokol sejak lama di Bursa Efek Indonesia (BEI), seperti PT Telkom, Bank Mandiri, BRI, dan BNI. Kapitalisasi emiten BUMN ini terus merangkak dari tahun ke tahun hingga mencapai Rp1.839 triliun per 29 Desember 2017.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Bila BUMN yang telah melantai di BEI menerbitkan saham baru right issue atau hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dengan leverage 10 kali dan rasio 1:99, puluhan, bahkan ratusan triliun lembar saham dapat dicetak dari proses ini," ujarnya.
 
Dengan asumsi masing-masing BUMN yang listing di BEI menerbitkan 250 triliun saham baru, maka dengan hanya empat perusahaan BUMN yang tercatat sudah bisa menerbitkan 1.000 triliun saham.
 
"Jika harga per lembar sahamnya naik menjadi dua kali lipat, dapat dipastikan mencetak 2.000 triliun saham," papar Jamal.
 
Hasil aksi korporasi yang menghasilkan 2.000 triliun saham baru tersebut, tambahnya, dapat dicairkan dengan menjualnya ke pasar untuk diserap investor ritel ataupun institusi sehingga negara dapat mengantongi minimal uang tunai Rp2.000 triliun.
 
Struktur lainnya, jelas Jamal, saham baru hasil right issue tersebut dapat dijadikan aset back securities dalam menerbitkan National Bond yang dapat dijual murah, misalnya Rp50 ribu per unit. Agar strategi ini mulus, kata dia, seluruh bank pemerintah dan swasta bisa menjadi agen penjualan ke investor ritel dan institusi. (Media Indonesia)
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif