Ilustrasi (MI/RAMDANI)
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

IHSG Diyakini Menguat Setelah Kericuhan

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 23 Mei 2019 08:45
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih nyaman bergerak di zona merah akibat imbas dari aksi 22 Mei yang berakhir ricuh. Tentu diharapkan kericuhan ini bisa segera terhenti dan katalis positif kembali berdatangan guna membuat IHSG berbalik arah ke zona hijau.
 
Analis Artha Sekuritas Juan Harahap mengatakan pelemahan indeks dipengaruhi kecemasan investor terhadap risiko politik dalam negeri dan belum ada sentimen positif dari global. Ia memprediksi indeks masih betah berada di zona merah dan diperdagangkan di level support 5.893-5.916 dan resistance 5.964-5.989.
 
"IHSG diprediksi melemah. Pelemahan masih dipengaruhi kecemasan investor dan minimnya sentimen pendorong pasar," kata Juan, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi menambahkan, keresahan investor terhadap demo 22 Mei 2019 masih akan menjadi pendorong pelemahan. Namun untuk hari ini, Lanjar melihat IHSG berpotensi menguat. IHSG akan menguji level psikologis 6.000.
 
"Kami memprediksikan IHSG menguat dengan support-resistance 5.912-6.000," kata Lanjar.
 
Saham-saham yang direkomendasikan pada kondisi saat ini adalah PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA).
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi 25.776,61. Sementara itu, S&P 500 turun sebanyak 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27. Indeks Komposit Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.
 
Saham Qualcomm anjlok 10,86 persen setelah berita bahwa seorang hakim AS memutuskan perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli dengan secara tidak sah menekan persaingan di pasar untuk cip ponsel.
 
VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di AS di industri semikonduktor, ditutup 1,76 persen lebih rendah. Dari 11 sektor S&P 500 utama, energi turun 1,58 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Utilitas dan perawatan kesehatan saham yang unggul.
 
Selain itu, Wall Street juga mencerna risalah pertemuan yang baru dirilis dari Federal Reserve AS. Beberapa investor berpikir inflasi AS mungkin jatuh lebih jauh tahun ini dan mengantisipasi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga guna memacu pertumbuhan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif