Penguatan Yuan Diproyeksikan Buat Rupiah Melonjak
Ilustrasi (MI/Himanda Amrullah)
Jakarta: Dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan melemah di sekitar level 95,0-95,20 terhadap hampir semua mata uang kuat dunia. Hal tersebut didorong oleh penguatan yuan yang kembali stabil setelah sempat tertekan cukup dalam sejak Jumat lalu.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Ahmad Mikail mengatakan yuan menguat 0,32 persen ke level USD6,83 semalam setelah People’s Bank of China (PBOC) menaikan reserve requirement untuk perdagangan mata uang sehingga dapat menekan spekulasi terhadap yuan.

Penguatan yuan tersebut, lanjutnya, mendorong penguatan euro terhadap USD sebesar 0,36 persen ke level USD1,15. Dengan penguatan yuan itu, rupiah kemungkinan menguat. Lelang sukuk yang cukup baik pada Selasa lalu juga berpeluang memperkuat rupiah hari ini.

"Bid to cover ratio lelang sukuk naik dari 1,6 kali menjadi 2,7 kali. Rupiah kemungkinan menguat ke level Rp14.400 sampai dengan Rp14.460 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 8 Agustus 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 126,73 poin atau 0,50 persen menjadi ditutup di 25.628,91 poin. Indeks S&P 500 meningkat 8,05 poin atau 0,28 persen menjadi berakhir di 2.858,45 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 23,99 poin atau 0,31 persen menjadi 7.883,66 poin.

Musim pelaporan laba sejauh ini lebih kuat dari yang diperkirakan para analis. Laba gabungan emiten pada kuartal kedua diperkirakan akan meningkat 23,5 persen dari periode yang sama tahun lalu. Tidak termasuk sektor energi, pertumbuhan laba diperkirakan menurun menjadi 20,4 persen.

Dari 500 perusahaan dalam S&P 500 yang telah melaporkan laba hingga 3 Agustus, tercatat 78,6 persen telah melaporkan laba di atas ekspektasi para analis. Ini di atas rata-rata jangka panjang 64 persen dan di atas rata-rata empat kuartal sebelumnya sebesar 75 persen.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id