Rupiah Diprediksi Bergerak Stabil
Ilustrasi. (Foto: MI/Atet).
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (AS) diperkirakan bergerak stabil ke level 91,0-92,0 seiring lebih rendahnya data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal I-2018 sebesar 2,3 persen (QoQ) lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar 2,9 persen.

Hal tersebut mendorong penurunan yield US treasury 10 tahun sebesar tiga bps ke level 2,95 persen. Turunnya US treasury 10 tahun tersebut kemungkinan meredakan aksi jual asing di pasar obligasi dan menstabilkan rupiah.

"Rupiah kemungkinan bergerak di rentang Rp13.850 per USD-Rp13.900 per USD," tutur Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail dalam hasil risetnya, Senin, 30 April 2018.

Bloomberg, Jumat, 27 April 2018, mencatat rupiah melemah ke level Rp13.893 per USD dibandingkan pembukaan perdagangan yang berada di Rp13.875 per USD. Rupiah terpantau melemah hingga dua poin atau setara 0,01 persen.

Adapun rentang gerak rupiah pada perdagangan sore ini berada di level Rp13.875-Rp13.897 per USD. Sementara itu year to date return (ytd) tercatat sebesar 2,49 persen.

Sedangkan berdasarkan data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan melemah di level Rp13.888 per USD, yang mencapai lima poin atau setara 0,04 persen. Selain itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor) berada di level Rp13.879 per USD.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id