Rupiah Masih akan Diselimuti 'Awan Hitam'
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Jakarta: ‎Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) diprediksi masih tenggelam di zona merah. Meski demikian, pelemahan yang terjadi diharapkan bisa lebih terbatas. Sehingga rupiah bisa kembali mengalami kenaikan.

‎"Diharapkan rupiah dapat kembali tertahan pelemahannya dan mampu memanfaatkan pelemahan USD untuk menemukan momentum kenaikannya kembali," ucap Analis Senior PT Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada dalam keterangan risetnya, Senin, 30 April 2018.

Adanya potensi pelemahan yang terbatas, membuat rupiah diproyeksikan akan bergerak di kisaran support Rp13.875 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.894 per USD. "Namun tetap mewaspadai segala sentimen yang membuat rupiah tertinggal jauh," jelas Reza.

Reza mengatakan, rupiah yang tertahan pelemahannya, karena respons pasar terhadap pernyataan Bank Indonesia (BI) yang menilai kondisi fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan baik.

"Walaupun USD cenderung tertekan, setelah imbal hasil obligasi AS mulai bergerak turun dan rilis GDP kuartal pertama yang lebih lambat dari sebelumnya, tapi kondisi itu hanya sementara," jelas Reza.

Dia menambahkan, rupiah yang cenderung bergerak mendatar pada akhir pekan lalu, seiring ‎masih adanya imbas dari kekhawatiran akan kenaikan USD. Padahal dalam perdagangan valas global, nilai USD cenderung tertahan jelang rilis GDP kuartal pertama AS yang diperkirakan akan cenderung melambat.

Di sisi lain, Reza menyatakan rilis pertumbuhan ekonomi Inggris yang melambat membuat GBP cenderung tertekan, sehingga berimbas pada pergerakan yen, Jepang dan euro yang tertahan terhadap USD. "‎Akhirnya gerak rupiah pun ikut tertahan," pungkas Reza.



(AHL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id