Illustrasi. Dok : MI.
Illustrasi. Dok : MI.

MARK Raih Laba Rp82,29 Miliar di 2018

Ekonomi emiten
01 April 2019 05:20
Deli Serdang: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) pada 2018 meraih laba komprehensif sebesar Rp82,29 miliar. Pencapaian ini merupakan peningkatan 67,09 persen dibanding laba bersih yang diperoleh pada 2017 sebesar Rp49,25 miliar. Capaian ini karena pada 2018 Perseroan mencatat penjualan sebesar Rp325,47 miliar dibandingkan 2017 sebesar Rp239,79 miliar.
 
"Pasar yang terus meningkat mendorong tercapainya peningkatan penjualan, yang pada 2018 meningkat sebesar 36 persen dibandingkan 2017," kata Presiden Direktur Perseroan Ridwan dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 31 Maret 2019.
 
Perseroan melampaui target laba selama dua tahun berturut-turut yaitu di 2017 dan 2018. Di 2017 perseroan menargetkan laba sebesar Rp32 miliar dan perseroan berhasil mencapai laba sebesar Rp47 miliar. Pencapaian ini sebesar 147 persen dari target awal.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian di 2018 perseroan menargetkan laba sebesar Rp64,7 miliar dan berhasil mencapai Rp82,29 miliar. Pencapaian ini sebesar 127 persen dari target awal perseroan," tambah Ridwan.
 
Nilai penjualan yang diraih pada 2018 berasal dari penjualan hand former sebesar 6,4 juta unit atau meningkat sebesar 28 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar lima juta unit.
 
Sebagai pemain utama produksi hand former atau cetakan sarung tangan berbasis keramik, perseroan memasarkan mayoritas produknya di pasar ekspor dengan nilai sebesar Rp303 miliar pada 2018 atau mencapai 93 persen dari total penjualan. Negara tujuan ekspor utama adalah Malaysia, yang diikuti dengan Thailand dan Vietnam.
 
Peningkatan penjualan ini diiringi dengan efisiensi di seluruh unit kerja, salah satunya dengan menurunkan tingkat biaya overhead.
 
"Hal ini memberi kontribusi pada naiknya marjin laba kotor menjadi sebesar 55 persen, dengan nilai laba kotor pada 2018 sebesar Rp145 miliar, meningkat sebesar 61 persen dibandingkan Rp90 miliar pada 2017," kata dia.
 
Keberhasilan menjaga tingkat biaya yang rendah ini juga terlihat pada pencapaian laba sebelum pajak pada akhir 2018 sebesar Rp111 miliar dengan marjin laba sebesar 34 persen. Ridwan menyatakan nilai laba sebelum pajak yang diraih meningkat sebesar 68 persen dibandingkan periode yang sama di 2017 sebesar Rp64 miliar.
 
"Penjualan kami yang menggunakan denominasi dolar AS juga berhasil mendorong pencapaian laba sebelum pajak, di mana kami mencatat tercapainya pendapatan selisih kurs pada 2018 sebesar Rp1,417 miliar, dibandingkan 2017 yang mencatat rugi selisih kurs sebesar Rp0,995 miliar," ujar Ridwan.
 
Total Aset Meningkat 40%
 
Pertumbuhan kinerja operasional pada tahun buku 2018 sejalan dengan peningkatan kinerja keuangan, dengan tercatat total aset sebesar Rp318,080 miliar, yang lebih besar 40 persen dibandingkan posisi 31 Desember 2017 sebesar Rp227,600 miliar.
 
Peningkatan posisi total liabilitas tercatat sebesar 32 persen menjadi Rp80,342 miliar pada 2018 dibandingkan dengan Rp60,756 miliar pada 2017. Sementara pada posisi Ekuitas per 31 Desember 2018, tercatat peningkatan sebesar 42 persen menjadi Rp237,738 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2017.
 

(SAW)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif