Triwulan III-2018

BRI Raup Laba Bersih Rp23,5 Triliun

Husen Miftahudin 24 Oktober 2018 18:59 WIB
bri
BRI Raup Laba Bersih Rp23,5 Triliun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp23,5 triliun hingga triwulan III-2018. Medcom/Husen M.
Jakarta: PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk meraup laba bersih sebesar Rp23,5 triliun hingga triwulan III-2018. Capaian tersebut tumbuh 14,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp20,5 triliun.

Kinerja ini disokong penyaluran kredit yang tumbuh di atas rata-rata industri perbankan Indonesia. Hingga akhir September, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp808,9 triliun atau naik sebesar 16,5 persen dibandingkan periode September 2017 sebesar Rp694,2 triliun. 

"Angka ini lebih tinggi daripada pertumbuhan kredit perbankan nasional pada September 2018 sebesar 12,6 persen," jelas Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo dalam paparan laporan kinerja keuangan BRI triwulan III-2018 di Gedung BRI, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu, 24 Oktober 2018.

Dari sisi komposisi kredit, segmen usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih mendominasi penyaluran kredit perseroan, yakni sebesar Rp621,8 triliun atau 76,9 persen dari total kredit BRI hingga akhir September 2018. "Secara year on year, kredit ke segmen UMKM tumbuh 16,5 persen. Ini bukti komitmen BRI untuk terus memberdayakan UMKM di Indonesia," imbuhnya. 

Sementara itu, lanjut Haru, penyaluran untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga akhir September 2018 tercatat sebanyak Rp69 triliun atau 86,6 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp79,7 triliun. Dia bilang, KUR disalurkan kepada lebih dari 3,4 juta debitur. Adapun dari total KUR yang disalurkan selama sembilan bulan, 42 persen di antaranya disalurkan ke sektor produktif. 

"Komposisi penyaluran KUR akan terus kami fokuskan ke sektor produktif sesuai arahan Presiden Jokowi," ujar Haru.

Adapun rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross BRI tercatat sebesar 2,5 persen. Haru menyampaikan NPL BRI lebih kecil dari NPL industri perbankan nasional yang berada di kisaran 2,7 persen.

Kinerja lainnya, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dikumpulkan BRI sebanyak Rp872,7 triliun atau tumbuh 13,3 persen dari posisi Rp770,6 triliun di triwulan III-2017. Dana murah atau current account saving account (CASA) masih mendominasi DPK BRI dengan proporsi 56,5 persen.

Menurut Haru, kinerja bisnis positif perseroan ditunjang oleh peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Rasio Biaya Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) BRI di akhir September 2018 tercatat sebesar 70,6 persen, lebih rendah dibandingkan dengan BOPO di posisi akhir September 2017 yakni 73,2 persen. "Ini tak lepas dari strategi perusahaan yang terus berinovasi melakukan digitalisasi, baik dalam produk maupun layanannya," jelas dia.

Fee Based Income (FBI) serta pendapatan operasional lainnya juga memiliki peran penting mendorong pendapatan perseroan. Tercatat, FBI tumbuh 18,4 persen secara yoy.
"Dengan sisa tiga bulan hingga bulan Desember, kami optimistis mampu mencapai target yang telah dicanangkan," pungkas Haru.




(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id