Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Ramdani)

Rupiah Nyaris Menuju ke Rp14.200/USD

Ekonomi kurs rupiah
Ade Hapsari Lestarini • 26 April 2019 09:36
Jakarta: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melanjutkan pelemahannya sejak beberapa hari terakhir. Penguatan dolar Amerika menjadi salah satu pemicunya. Senada, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terpantau melemah karena minimnya sentimen positif.
 
Mengutip Bloomberg, Jumat, 26 April 2019, rupiah bergerak melemah 3,7 poin atau setara 0,03 persen ke posisi Rp14.190 per USD. Pada saat pembukaan perdagangan, rupiah sempat berada di level Rp14.194 per USD. Sementara mencatat data Yahoo Finance, rupiah berada di level Rp14.000 per USD.
 
Di sisi lain, gerak IHSG juga melemah 11,536 poin atau setara 0,181 persen ke posisi 6.361. Adapun volume perdagangan saham pagi dibuka sebanyak 2,6 miliar lembar senilai Rp1,05 triliun. Sebanyak 112 saham menguat, 141 saham melemah, 117 saham stagnan, serta frekuensi tercatat sebanyak 59.154 kali.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya sebelumnya mengatakan mengakhiri pekan pertama usai pesta demokrasi, IHSG terlihat masih cenderung melalui fase konsolidasi wajar. Sehingga sepanjang hari ini gerak IHSG diprediksi akan bergerak di kisaran 6.321-6.498.
 
"Jelang rilis data pertumbuhan kredit hari ini diperkirakan akan berada dalam kondisi yang cukup bagus, tentunya akan memberikan sentimen positif terhadap pola gerak IHSG," kata William dalam riset hariannya, Jumat, 26 April 2019.
 
Selain itu, kata William, pergerakan indeks juga akan masih terdongkrak karena capital inflow yang masih terlihat terus berlangsung secara year to date (ytd) menunjukkan adanya ketertarikan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.
 
Hal yang sama juga dikatakan analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper. Dia memprediksi laju IHSG akan menguat setelah tergelincir satu persen ke level 6.327,79. Untuk hari ini ia memprediksi laju IHSG berkisar di level 6.307-6.463.
 
"(Ada) Potensi rebound dalam jangka pendek," ucap Dennies.
 
Investor, lanjut dia, akan fokus dalam mengantisipasi rilis pertumbuhan domestik bruto (GDP) Amerika Serikat kuartal I-2019.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif