USD Berpeluang Libas Rupiah
Ilustrasi (AFP PHOTO/ADEK BERRY)
Jakarta: Indeks dolar Amerika Serikat (USD) diprediksi bergerak menguat ke level 97,0-97,2 terhadap sejumlah mata uang kuat utama dunia lainnya. Penguatan didorong oleh kuatnya data pertumbuhan upah tenaga kerja di Amerika Serikat (AS) pada triwulan ketiga yang meningkat menjadi 0,9 persen (QoQ) dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 0,5 persen (QoQ).

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan kenaikan upah tersebut mengubah ekspektasi investor bahwa tingkat inflasi di AS akan secara presisten meningkat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut membuat investor semakin yakin the Fed kembali menaikkan tingkat suku bunga di Desember.

Rilis data tersebut, lanjutnya, mendorong kenaikan imbal hasil surat utang Pemerintah AS sebesar empat bps ke level 3,16 persen. Penguatan USD tersebut kemungkinan berdampak pula pada pelemahan rupiah jelang rilis data inflasi hari ini. Inflasi Oktober diperkirakan masih cukup rendah sebesar 3,03 persen.

"Rupiah kemungkinan akan melemah ke level Rp15.200 sampai dengan Rp15.250 per USD," ungkap Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 1 November 2018.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 241,12 poin atau 0,97 persen menjadi berakhir di 25.115,76 poin. Indeks S&P 500 bertambah 29,11 poin atau 1,09 persen menjadi berakhir di 2.711,74 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 144,25 poin atau 2,01 persen menjadi ditutup di 7.305,90 poin.
    
Saham Visa dan Caterpillar memimpin kenaikan di Dow Jones, dengan masing-masing menguat 3,83 persen dan 3,29 persen. Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi dengan sektor teknologi naik sebanyak 2,39 persen, mengungguli sektor-sektor lainnya.     

Banyak saham-saham teknologi terkemuka AS membukukan keuntungan, berkontribusi terhadap kenaikan Nasdaq. Netflix melonjak 5,59 persen dan Amazon melonjak 4,42 persen. Saham General Motors melonjak lebih dari 9,00 persen pada penutupan perdagangan, setelah perusahaan melaporkan hasil kuartalan terbaru yang melampaui perkiraan Wall Street.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id