Investor Pasar Modal Berbagi Pengalaman di IICE 2018

Dian Ihsan Siregar 19 November 2018 11:25 WIB
pasar modal
Investor Pasar Modal Berbagi Pengalaman di IICE 2018
Ilustrasi. (FOTO: MI/Usman Iskandar)
Jakarta: Pelaku investasi akan saling berbagi pengalaman dan memperkaya pengetahuan dalam Investment Conference & Exhibition 2018 (IICE 2018) pada 21-22 November 2018 di Jakarta.

IICE 2018 akan mengingatkan kembali bahwa investor pasar modal memiliki posisi strategis dalam mendukung program pembangunan terutama dari sisi penyediaan dana.

"Konferensi untuk menciptakan pelaku investasi saling berbagi pengalaman dan menambah pengetahuan. Konferensi ini juga akan membawakan pengalaman investor di Indonesia selama 15 tahun," kata Direktur PT Infovesta Utama sekaligus Ketua Panitia IICE 2018 Ignasius SK Purnomo dalam keterangan resminya, Senin, 19 November 2018.

Ignasius menyatakan konferensi skala nasional ini akan dibuka oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Lalu dilanjutkan dengan sesi pleno oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro yang akan membawakan materi sesuai tema yang diangkat, yaitu 'Peran Strategis Investasi Pasar Modal dalam Mendukung Pembangunan yang Berkesinambungan'.

Ketua Umum Asosiasi Manajer Investasi Indonesia Edward Lubis memandang investasi sangat penting bagi Indonesia. Menurut dia tingkat investasi di negeri ini cukup bagus, khususnya di pasar modal.

Masuknya arus investasi maka akan memberikan dampak positif bagi ekonomi Indonesia. "Untuk obligasi kita boleh senang, tetapi di-equity masih perlu keyakinan. Domestik sebenarnya cukup baik, tapi itu saja tidak cukup karena pasar modal butuh dana dari luar. Kalau di sana positif maka kita ikut positif. Makanya investor pasar modal sangat penting bagi kita," ucap Edward.

Peneliti Senior Bidang Ekonomi Bursa Efek Indonesia (BEI) Poltak Hotradero menambahkan memang semua padar modal mengalami tekanan, tapi semuanya akan kembali ke fundamental ekonomi masing-masing negara.

"Kenaikan kredit perbankan yang diikuti posisi NPL di batas aman, dan laporan keuangan emiten perbankan yang cukup baik. Maka sebenarnya ekonomi kita baik dan ekonomi berada pada track yang benar," tutur Poltak.

 



(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id