Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)
Ilustrasi. (FOTO: MI/Rommy Pujianto)

IHSG Masih Terkerek Efek Suku Bunga BI

Ekonomi ihsg
Annisa ayu artanti • 22 Februari 2019 08:13
Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan terangkat oleh efek keputusan Bank Indonesia (BI) yang menahan suku bunga di level enam persen. Keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi investor.
 
Analis Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper menjelaskan selain dari efek domino keputusan BI rilisnya kinerja keuangan tahun lalu, para emiten juga mengerek IHSG bergerak ke zona hijau. Ia memprediksi pergerakan IHSG hari ini berada di rentang support 6.470-6.484 dan resistance 6.525-6.552.
 
"IHSG diprediksi menguat," kata Dennies dalam riset hariannya, Jumat, 22 Februari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, lanjut Dennies, pergerakan IHSG masih akan dipengaruhi sentimen global yaitu terkait kelanjutan negosiasi antara Tiongkok dan Amerika Serikat.
 
"Secara teknikal potensi penguatan cukup terbatas, melihat saat ini sudah mendekati resistance kuat pada level 6.600," jelas Dennies.
 
Analis Reliance Sekuritas Indonesia Lanjar Nafi juga memprediksi penguatan IHSG hari ini. Secara teknikal pergerakan IHSG kembali lebih kuat di atas rata-rata nilainya selama 20 hari (MA20).
 
"Diperkirakan IHSG masih akan bergerak menguat pada perdagangan akhir pekan dengan range pergerakan 6.500-6.600," sebut Lanjar.
 
Beberapa saham yang bisa dicermati investor hari ini adalah PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Perusahan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
 
Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI 7-Days Repo Rate) di level enam persen pada periode Februari 2019. Hal tersebut sesuai keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung pada 20-21 Februari 2019.
 
Dengan demikian, suku bunga acuan di level enam persen sudah bertahan selama empat bulan, dari November 2018. Kata Gubernur BI Perry Warjiyo, keputusan mempertahankan suku bunga acuan ini dinilai konsisten dengan upaya otoritas untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman.
 
Selain mempertahankan BI-7 Days Reverse Repo Rate, otoritas juga mempertahankan suku bunga deposit facility sebesar 5,25 persen, serta suku bunga lending facility di posisi 6,75 persen.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi