Illustrasi. Dok : AFP.
Illustrasi. Dok : AFP.

BEI Akan Minta Garuda Revisi Pernyataan Laporan Keuangan

Ekonomi garuda indonesia bei
Annisa ayu artanti • 21 Mei 2019 20:30
Jakarta: Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi akan meminta manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) untuk membuat pernyataan ulang atau re-statement mengenai laporan keuangan tahun buku 2018 jika benar terdapat keanehan.
 
Hingga kini, pihak bursa telah mengkaji laporan keuangan maskapai pelat merah tersebut. Sekadar mengingatkan, ada perbedaan pendapat antara komisaris dan jajaran manajemen terkait transaksi PT Mahata Aeroteknologi (Mahata) yang dikatakan oleh manajemen sebagai pendapatan dalam laporan keuangan perusahaan.
 
"Bisa saja terjadi kalau kita melihat ada keanehan atau apa, bisa saja kita minta di restatement," kata Inarno di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 21 Mei 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam penelaahan, bursa tidak hanya memanggil manajeman perusahaan untuk memberikan penjelasan tetapi juga meminta pendapat kepada pihak terkait seperti Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) dan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).
 
Setelah semua data terkumpul, Inarno mengatakan, pihak bursa akan menyampaikan kesimpulan mengenai kisruh laporan keuangan tersebut.
 
"Beberapa kali kita sudah dengan manajemen, kalau kita juga ada pertemuan dengan IAI. Dari situ kita tinggal tunggu waktu saja lah," ujar dia.
 
Seperti diketahui, komisaris yang menolak laporan keuangan maskapai berkode emiten GIAA tersebut adalah Chairal Tanjung dan Dony Oksaria. Mereka menolak karena manajemen menjadikan transaksi kerja sama dengan Mahata sebagai pendapatan perusahaan.
 
Dari kerja sama itu manajemen Garuda Indonesia menggap menerima pendapatan sebesar USD239,94 juta sehingga bisa dimasukan dalam laporan keuangan 2018. Namun pada pernyataan manajemen Garuda Indonesia sendiri hingga tutup buku 2018 pihak Mahata belum membayarkan pendapatan tersebut ke perseroan.
 
Dari pendapatan itu juga manajemen Garuda Indonesia mengklaim laba bersih perseroan pada tahun buku 2018 melejit menjadi USD809,85 ribu. Padahal tahun sebelumnya Garuda Indonesia masih merugi.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif