Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)
Ilustrasi (Foto: Medcom.id/Desi Angriani)

IHSG Berpeluang Meredup Jelang Libur Lebaran

Ekonomi ihsg
Angga Bratadharma • 29 Mei 2019 09:16
Jakarta: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan kemarin. Indeks Dow Jones turun 0,93 persen, S&P 500 melemah 0,84 persen, dan Nasdaq juga turun 0,39 persen. Hal ini terjadi setelah sehari sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan AS belum siap untuk mencapai kesepakatan dagang dengan Tiongkok.
 
Kondisi itu meski AS masih optimistis akan terjadi kesepakatan di masa yang akan datang. Sehari sebelumnya bursa AS libur merayakan Memorial Day. Hal ini juga dibalas oleh pihak Tiongkok yang mengancam untuk tidak memberikan sumber daya mineral langka (rare earth) yang cukup krusial untuk industri teknologi di AS.
 
Samuel Research Team memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) cenderung melemah mengikuti pergerakan bursa regional, serta mengantisipasi libur Ramadan yang berlangsung hampir dua minggu lamanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Rupiah pagi ini cenderung datar di level Rp14.387 per USD, sedangkan EIDO naik 0,59 persen ke 23.91," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2019.
 
Sementara itu, pelemahan saham berimbas kepada bursa obligasi, di mana imbal hasil surat utang Pemerintah AS 10 tahun jatuh ke posisi 2,6 persen atau terendah dalam 19 bulan terakhir yang menandakan investor lebih memilih surat utang pemerintah yang relatif lebih aman.
 
Di sisi lain, ndeks Dow Jones Industrial Average turun 237,92 poin atau 0,93 persen, menjadi 25.347,77 poin. Indeks S&P 500 melemah 23,67 poin atau 0,84 persen, menjadi 2.802,39 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 29,66 poin atau 0,39 persen, menjadi 7.607,35 poin.
 
Perusahaan-perusahaan AS yang dipandang sebagai penentu arah perdagangan menderita kerugian besar pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), di tengah melemahnya sentimen investor. Di antara yang berkinerja terburuk, saham Micron Technology jatuh lebih dari 3,1 persen.
 
Saham Beyond Meat naik hampir 8,0 persen, setelah produsen pengganti daging nabati AS itu mengumumkan kesepakatan untuk mulai membuat produknya di pabrik produksi pertamanya di Eropa tahun depan.
 
"Tanggapan konsumen di Eropa sangat positif, dan kami berharap dapat melayani pelanggan lebih baik dengan produk-produk yang diproduksi secara lokal," kata Kepala Eksekutif Beyond Meat Seth Goldman.
 
Saham Southwest Airlines kehilangan 2,2 persen, setelah bank investasi independen Evercore menurunkan peringkat saham perusahaan menjadi in-line dari outperform, menyusul larangan terbang jet Boeing 737 MAX. Sebanyak 10 dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan lebih rendah jelang bel penutupan, dengan sektor bahan pokok konsumen turun sekitar 1,8 persen.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif