Pengamat: Rupiah Sulit Turun ke Level Rp13.800/USD

Desi Angriani 09 Juli 2018 22:48 WIB
kurs rupiah
Pengamat: Rupiah Sulit Turun ke Level Rp13.800/USD
Illustrasi. ANT/Yudhi Mahatma.
Jakarta: Nilai tukar mata uang rupiah pada penutupan perdagangan menguat ke level Rp14.330 terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini. Penguatan itu tetap membawa rupiah bertengger di level Rp14.000 per USD.

Menurut Pengamat ekonomi Prasetyantoko kurs rupiah bakal sulit untuk turun ke level Rp13.800 per USD dalam jangka pendek. Pasalnya berbagai dinamika ekonomi dalam negeri dan ketidakpastian global terus menghantui Indonesia.

"Mungkin dalam waktu menengah bisa dimitigasi ke Rp13.800 karena situasi global makin tenang tapi itupun tidak bisa dalam waktu dekat," imbuh Prasetyantoko saat ditemui Medcom.id di Menara BCA, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin, 9 Juli 2018.

Meski nilai tukar rupiah sulit turun di bawah angka Rp14.000 per USD, mata uang Garuda ini dipercaya dapat stabil jika pemerintah terus melakukan pelonggaran kebijakan moneter sekaligus mendorong laju ekspor.

Hanya saja dinamika politik tahun depan atau menjelang pemilihan Presiden dinilai bakal kembali menggoyahkan mata uang rupiah. "Mungkin tahun depan tapi ada pemilih lagi, memang kita berada pada risiko eksternal dan internal," imbuhnya.

Prasetyantoko menambahkan penguatan mata uang rupiah untuk jangka panjang dapat dilakukan dengan mengurangi defisit transaksi berjalan. Caranya dengan menggenjot sektor ekspor melalui diversifikasi produk agar Indonesia tak melulu bergantung pada ekspor komoditi.  

"Memang kesulitannya belum ada produk yang sebesar komoditi meski kerja keras untuk menaikkan ekspor," tegasnya.



(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id