Ilustrasi pabrik rokok - - Foto: Medcom
Ilustrasi pabrik rokok - - Foto: Medcom

Kenaikan Cukai Belum Berdampak pada Naiknya Harga Rokok

Ekonomi industri rokok rokok cukai tembakau
Eko Nordiansyah • 20 Februari 2021 17:46
Jakarta: Kenaikan cukai hasil tembakau dengan tujuan mengendalikan konsumsi rokok dinilai belum optimal. Pasalnya, harga rokok yang dijual di pasaran masih dapat dijangkau oleh anak-anak.
 
Ketua Pusat Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Putu Ayu Swandewi Astuti mengatakan kenaikan harga rokok saat ini belum mencapai harga yang dapat mengurungkan keingina masyarakat untuk membeli rokok. Padahal cukai baru saja dinaikkan sebesar 12,5 persen.
 
"Ya tentu saja dengan konsumsi rokok yang murah akan membuat aksesibilitas rokok itu makin tinggi, baik untuk remaja maupun orang dewasa, termasuk bagi mereka yang pendapatannya sendiri pun memang sudah terbatas tapi masih bisa membeli rokok," katanya kepada wartawan di Jakarta, Sabtu, 20 Februari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pemerintah sebelumnya telah menetapkan kebijakan kenaikan tarif cukai rata-rata 12,5 persen tahun ini. Selain itu, pemerintah mengatur harga rokok di pasaran pada batas 85 persen dari harga jual eceran (HJE) seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 198 Tahun 2020.
 
Ayu menyoroti apabila pengendalian konsumsi tembakau tidak dilakukan secara optimal, bonus demografi yang harusnya dapat dimanfaatkan akan kandas. Sebab, ia menilai, masalah rokok berkaitan dengan masalah kesehatan yang bisa menurunkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
 
"Perilaku berisiko seperti merokok akan berdampak pada sumber daya manusia dan akan mempengaruhi optimalisasi bonus demografi. Seharusnya momen dan posisi menguntungkan dari bonus demografi harusnya dapat dimanfaatkan dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni," ungkapnya.
 
Sementara itu, Dosen Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia Krisna Puji Rahmayanti mengatakan bahwa saat ini sebagian besar harga rokok masih tetap sama sekalipun cukai hasil tembakau naik. Hal ini disebabkan oleh kebijakan HJE yang membuat harga jual rokok menjadi lebih murah.
 
"Artinya kebijakan yang berakhir pada harga menjadi salah satu pertimbangan para perokok. Dengan harga yang biasa saja belum mengubah perilaku, kalau lebih murah dan belum juga mengubah perilaku, berarti kebijakannya belum efektif," jelas peneliti di Komnas Pengendalian Tembakau ini.
 
"Selain kebijakan harga, kami juga mendorong perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dilakukan untuk pengendalian konsumsi tembakau. Kebijakan kenaikan cukai itu hanya satu sisi kalau lingkaran, edukasi juga harus makin kuat," lanjut dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif