Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.
Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.

Dukung Ketahanan Pangan, Pupuk Kaltim Pastikan Kesiapan Stok hingga Kios

Ekonomi pupuk ketahanan pangan pupuk subsidi
Husen Miftahudin • 22 Oktober 2020 16:53
Jakarta: Pupuk Kaltim memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi untuk kebutuhan petani di seluruh wilayah tanggung jawab distribusi perusahaan sesuai alokasi yang ditetapkan pemerintah. Jumlah pasokan yang tersedia di atas rata-rata alokasi, begitu juga dengan penambahan alokasi satu juta ton yang dipastikan bisa terpenuhi dengan baik.
 
Direktur Keuangan dan Umum Pupuk Kaltim Qomaruzzaman mengatakan untuk mendukung distribusi pasokan dari Lini 1 hingga Lini 3, Pupuk Kaltim telah menerapkan teknologi inovasi Distribution Planning and Control System (DPCS), untuk memantau jumlah stok dan alokasi yang disalurkan secara realtime, termasuk proses distribusi yang berjalan.
 
"Melalui teknologi DPCS, jumlah pasokan hingga distributor dan kios, termasuk alur distribusi bisa diketahui secara langsung. Hal ini sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan pupuk agar tidak ada kelangkaan di daerah," ujar Qomaruzzaman dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 22 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia Gusrizal menjelaskan teknologi DPCS dikembangkan untuk mendukung penyaluran pupuk bersubsidi secara optimal dengan pemantauan ketersediaan stok dari Lini 1 hingga Lini 3. Aplikasi niaga ini juga lebih memudahkan pemantauan alur distribusi sekaligus memantau kebutuhan dan stok di seluruh Indonesia.
 
"Termasuk tambahan alokasi pupuk bersubsidi satu juta ton dimaksimalkan terdistribusi melalui DPCS, mengingat waktu penyaluran 2020 yang tersisa dua bulan. Pupuk Indonesia berkomitmen untuk menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai alokasi pemerintah di seluruh wilayah nusantara sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan nasional," tegasnya.
 
Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengimbau produsen di lingkungan Pupuk Indonesia Grup untuk terus mendukung program pemerintah menghadirkan ketahanan pangan nasional, melalui pemenuhan kebutuhan pupuk guna meningkatkan produktivitas pertanian secara optimal.
 
"Untuk menghadirkan ketahanan pangan yang baik, maka harus tersedia kebutuhan pupuk yang memadai. Ini harus jadi komitmen bersama, karena menjadi hal dasar terhadap kepentingan negara," ungkap dia.
 
Menurut Syahrul, pupuk merupakan elemen utama dalam mendukung pertanian daerah. Oleh karena itu pemerintah menambah jumlah alokasi pupuk bersubsidi agar petani lebih memaksimalkan potensi pertanian di berbagai sektor, utamanya pada masa pandemi covid-19.
 
"Jangan sampai ada lagi yang teriak pupuk kurang. Ini harus jadi perhatian kita untuk melakukan edukasi bersama hingga ke petani, baik terkait jumlah alokasi pemerintah hingga penerapan kartu tani secara maksimal," pungkas Syahrul.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif