Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.
Pupuk Bersubsidi. Foto : MI.

Pupuk Indonesia Siap Penuhi Tambahan Alokasi Subsidi 1 Juta Ton

Ekonomi subsidi pupuk pupuk indonesia
Annisa ayu artanti • 12 Oktober 2020 11:00
Jakarta: PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan siap memenuhi tambahan alokasi pupuk subsidi sebanyak satu juta ton. Hal itu seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 27 Tahun 2020 yang menambah total alokasi subsidi pupuk 2020 menjadi 8,9 juta ton dari semula sebanyak 7,9 juta ton.
 
Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman menyatakan pihaknya terus menjaga produksi dan ketersediaan pupuk bagi petani dengan jumlah volume yang selalu di atas ketentuan.
 
Volume produksi pupuk Januari sampai dengan Agustus 2020 telah mencapai 8,42 juta ton. Angka tersebut terdiri dari 5,48 juta ton urea, 2,03 juta ton NPK, 330 ribu ton SP-36, 560 ribu ton ZA, dan 6.597 ton ZK.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total produksi tersebut sudah mencapai 80 persen dari target tahunan di 2020, tahun ini kami menargetkan volume produksi mencapai 10,4 juta ton. Sehingga cukup untuk memenuhi adanya tambahan alokasi pupuk bersubsidi sebesar satu juta ton," kata Bakir dalam keterangan tertulisnya, Senin, 12 Oktober 2020.
 
Ia menjelaskan produksi tersebut diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, khususnya untuk sektor tanaman pangan.
 
Lebih lanjut memasuki musim tanam pihaknya telah menyiapkan pasokan pupuk hingga ke lini III dan IV untuk memenuhi kebutuhan petani. Stok yang tersedia saat ini mencapai 1,5 juta ton untuk pupuk bersubsidi dan lebih dari 800 ribu ton pupuk non subsidi yang tersedia mulai dari Lini I (gudang pabrik) hingga Lini IV (kios).
 
Pasokan tersebut dipenuhi oleh para anak usaha Pupuk Indonesia yang terdiri dari PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang.
 
Bakir mengungkapkan Pupuk Indonesia juga telah menginstruksikan para produsen agar penyaluran bisa segera dilakukan. "Termasuk juga segera melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga pupuk bisa segera disalurkan," ungkapnya.
 
Ia juga menegaskan distributor dan kios-kios pupuk resmi agar menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai aturan dan hanya kepada petani yang terdaftar di sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
 
"Pupuk Indonesia akan berupaya memastikan petani tetap bisa membeli pupuk bersubsidi dengan mudah meskipun belum memiliki Kartu Tani. Sebab, produsen dan distributor pupuk tetap dibolehkan menyalurkan pupuk subsidi kepada petani, dengan catatan petani tersebut sudah terdaftar dalam sistem e-RDKK," pungkasnya.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif