Ilustrasi. FOTO: Medcom.id
Ilustrasi. FOTO: Medcom.id

Kebijakan Pelarangan Mudik Dinilai Sulit Berjalan Maksimal

Ekonomi Mudik Lebaran
Angga Bratadharma • 05 Mei 2021 14:26
Jakarta: Kebijakan pemerintah melarang mudik menjelang perayaan Lebaran 2021 dinilai sulit berjalan maksimal meski bertujuan untuk menekan penyebaran covid-19. Pasalnya, tingkat kepatuhan masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan lebih rendah dibandingkan dengan setahun sebelumnya.
 
Ketua Umum Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) Center Hardjuno Wiwoho mengatakan pada dasarnya kegiatan mudik menjelang perayaan Lebaran sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat yang tinggal di perkotaan untuk kembali ke kampung halaman. Apalagi ada kepercayaan di masyarakat untuk melakukan permohonan maaf kepada orang tua saat Lebaran.
 
Ia menyatakan aspek budaya dan kepercayaan semakin menguatkan keinginan masyarakat untuk melaksanakan mudik, kendati pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan mudik selama kurun 6-17 Mei 2021 yang disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Larangan mudik yang diberlakukan pemerintah itu tidak serta-merta menurunkan angka penularan covid-19. Sebab, saat ini sudah mulai terlihat mobilitas orang untuk pulang kampung. Larangan mudik ini justru menjadi peluang bagi orang untuk pulang kampung sebelum implementasi larangan mudik," kata Hardjuno, dalam keterangan resminya, Rabu, 5 Mei 2021.
 
Adapun larangan mudik menjelang Lebaran 2021 yang dilakukan pemerintah juga dikuatkan langkah Satuan Tugas Penanganan Covid-19 melalui penerbitan Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idulfitri Tahun 1442 H dan Upaya Pengendalian Covid-19 Selama Bulan Ramadan 1442 H.
 
Namun, tambahnya, kemungkinan besar larangan tersebut diabaikan oleh masyarakat, lantaran sejauh ini banyak orang berpandangan laju penularan covid-19 sudah jauh mereda ketimbang periode menjelang Lebaran 2020. "Tahun lalu saja,banyak orang yang tetap mudik, meski pemerintah secara tegas melarang pelaksanaan mudik di masa pandemi," imbuhnya.
 
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut larangan mudik merupakan pilihan yang strategis. Kebijakan itu juga dinilai sangat tepat.
 
"Kita semuanya harus mengikuti keputusan ini. Ini adalah keputusan politik negara, Kepala Negara adalah Bapak Presiden Jokowi (Joko Widodo) dan tidak boleh ada satu pun pejabat pemerintah yang berbeda narasi," tegas Doni.
 
Berkaca dari pengalaman 2020, mudik dan libur Lebaran meningkatkan kasus covid-19 hingga 93 persen. Kenaikan kasus diikuti dengan bertambahnya angka kematian. "Setiap habis libur panjang diikuti dengan kenaikan kasus aktif, bertambahnya jumlah pasien di rumah sakit, baik di ruang perawatan, isolasi, maupun Intensive Unit Care (ICU)" ucapnya.
 
Pada awal Januari 2021, keterpakaian tempat tidur di sejumlah rumah sakit mencapai 80 persen. Keterisian tempat tidur di beberapa provinsi ada yang mencapai 100 persen. "Sehingga pasien harus dibawa ke luar provinsi. Tingginya kasus menyebabkan angka kematian harian juga tinggi, lebih dari 250 kematian per hari," kata Doni.
 
Di sisi lain, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2021 masih mengalami kontraksi 0,74 persen secara tahun ke tahun (yoy). Kontraksi ini terjadi karena konsumsi rumah tangga belum positif meski mengalami perbaikan.
 
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan konsumsi rumah tangga tercatat kontraksi 2,23 persen. Padahal komponen konsumsi rumah tangga merupakan penyumbang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan porsi mencapai 56,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
 
"Konsumsi rumah tangga masih mengalami kontraksi 2,23 persen, tapi kontraksi ini menunjukan arah yang membaik kalau kita bandingkan dengan kontraksi di kuartal II, kuartal III, dan kuartal IV (2020)," pungkasnya.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif