BLBI. Foto : Medcom.
BLBI. Foto : Medcom.

Populer Ekonomi: Obligor BLBI hingga Ramalan Deflasi September

Ekonomi inflasi deflasi Kementerian Keuangan Kadin obligor blbi BLBI Berita Terpopuler Ekonomi
Arif Wicaksono • 25 September 2021 10:52
Jakarta: Berita  mengenai obligor likuditas BLBI menjadi berita terpopuler kemarin. Berita yang menjadi perhatian adalah pernyataan Kuasa hukum Suyanto Gondokusumo, Jamaslin James Purba meminta kepada Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) untuk memberikan bukti-bukti atas tagihan dana BLBI yang mencapai Rp904,47 miliar kepada kliennya. Dia juga menyebut kilennya tak mangkir dari pemanggilan satgas BLBI.
 
Kemudian berita menarik lainnya datang dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merayakan hari jadinya ke 53 pada 24 September 2021. Dalam perayaan di tengah situasi yang masih diselimuti keprihatinan atas dampak pandemi, Kadin memfokuskan perhatiannya untuk turut berkontribusi dalam pemulihan kesehatan dan perekonomian nasional.
 
Tak ketinggalan juga ada berita lainnya seperti Bank Indonesia (BI) memproyeksi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang September 2021 akan terjadi deflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Bank sentral memastikan bahwa tingkat perkembangan harga tersebut masih berada pada level yang rendah dan terkendali.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selengkapnya, berikut berita terpopuler Medcom.id kemarin di bawah ini.
 
1. Tolak Disebut Mangkir, Kuasa Hukum Sebut Suyanto Gondokusumo Ada di Singapura
 
Kuasa hukum Suyanto Gondokusumo, Jamaslin James Purba memenuhi panggilan Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) untuk menyelesaikan hak tagih negara sebesar Rp904.479.755.635,85. Pada kesempatan ini Jamaslin mengungkap kliennya bukan mangkir.
 
"Klien kami tidak dalam posisi mangkir atau menolak panggilan dari Tim Satgas, melainkan karena kondisi kesehatan klien kami yang  kurang prima untuk melakukan perjalanan meninggalkan Singapura," kata dia dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 24 September 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
2. Ditagih Utang BLBI Rp904,47 Miliar, Suyanto Gondokusumo Minta Bukti
 
Kuasa hukum Suyanto Gondokusumo, Jamaslin James Purba meminta kepada Satuan Tugas Penanganan Hak Tagih Negara Dana BLBI (Satgas BLBI) untuk memberikan bukti-bukti atas tagihan dana BLBI yang mencapai Rp904,47 miliar kepada kliennya. Permintaan bukti ini juga merujuk ketentuan Pasal 1865 KUHPerdata.
 
"Berdasarkan ketentuan tersebut, dengan ini kami meminta agar diberikan dokumen-dokumen dan bukti-bukti yang menjadi dasar penagihan dana BLBI sebesar Rp904,479,755,635.85," kata dia dalam keterangan kepada wartawan di Jakarta, Jumat, 24 September 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
3. Kadin Indonesia Fokus Pulihkan Kesehatan dan Ekonomi Bangsa
 
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merayakan hari jadinya ke 53 pada 24 September 2021. Dalam perayaan di tengah situasi yang masih diselimuti keprihatinan atas dampak pandemi, Kadin memfokuskan perhatiannya untuk turut berkontribusi dalam pemulihan kesehatan dan perekonomian nasional.
 
HUT Kadin ke 53 mengambil tema “53 Tahun Kadin Indonesia Rumah KITA yang Kolaboratif dan Insklusif siap Pulihkan Kesehatan dan Bangkitkan Ekonomi Bersama Seluruh Masyarakat”.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
4. BI Ramal September 2021 Deflasi 0,01%
 
Bank Indonesia (BI) memproyeksi perkembangan indeks harga konsumen (IHK) sepanjang September 2021 akan terjadi deflasi sebesar 0,01 persen (mtm). Bank sentral memastikan bahwa tingkat perkembangan harga tersebut masih berada pada level yang rendah dan terkendali.
 
"Berdasarkan Survei Pemantauan Harga (SPH) pada pekan keempat September 2021 perkembangan harga tetap terkendali dan diperkirakan deflasi 0,01 persen (mtm)," ungkap Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dalam rilis perkembangan indikator stabilitas nilai rupiah, Jumat, 24 September 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
5. BI Yakin 2 Hal Besar Ini Jadi Pengubah Permainan dalam Pemulihan Ekonomi 2021
 
Bank Indonesia (BI) melihat ada dua hal besar yang memengaruhi dan diharapkan jadi game changer dalam upaya pemulihan ekonomi nasional di 2021. Adapun dua hal yang dimaksudkan oleh bank sentral yakni vaksinasi covid-19 dan akselerasi digitalisasi.
 
"Dari segi vaksinasi, meski terus digencarkan namun kemampuan adaptasi dunia usaha terus diuji agar bertahan dan bangkit di new normal," sebut Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendarta, dalam webinar The Iconomics bertajuk 'Implementasi Transaksi Pembayaran Digital QRIS bagi UMKM', Jumat, 24 September 2021.
 
Baca berita selengkapnya di sini.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif