Balitbangtan Kementan meyakini kenaf atau hibiscus cannabinus punya potensi nilai ekonomi yang tinggi. Foto: Balitbangtan
Balitbangtan Kementan meyakini kenaf atau hibiscus cannabinus punya potensi nilai ekonomi yang tinggi. Foto: Balitbangtan

Balitbangtan Sebut Penghasil Serat Kenaf Punya Nilai Ekonomi Tinggi

Ekonomi Kementerian Pertanian
Ilham wibowo • 02 Juli 2020 20:22
Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan meyakini kenaf atau hibiscus cannabinus punya potensi nilai ekonomi yang tinggi untuk dikembangkan. Tanaman penghasil serat ini biasa digunakan untuk bahan baku pembuat karung goni, karpet, tali, geotekstil, dan kerajinan tangan.
 
Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyampaikan bahwa secara ekonomi agribisnis tanaman kenaf memiliki prospek yang sangat bagus karena hampir semua bagian kenaf dapat digunakan untuk bahan baku berbagai industri. Potensinya bahkan kian besar lantaran pengerajin kesenian di Indonesia sudah banyak yang menembus pasar ekspor.
 
“Untuk itu kenaf yang merupakan salah satu varietas andalan penghasil serat di Indonesia ini, berpotensi memiliki nilai ekspor yang cukup tinggi," kata Fadjry melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penanaman kenaf di Indonesia saat ini 99 persen ada di Lamongan, Jawa Timur. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat (Balittas) yang berada di Malang, Jawa Timur telah lama melakukan penelitian dan pengembangan tanaman kenaf.
 
"Banyak teknologi terkait kenaf yang telah dihasilkan Balittas, antara lain berupa varietas unggul, pemupukan, dan sistem tanam," ujarnya.
 
Peneliti senior Balittas Marjani memaparkan bahwa kenaf secara ekonomi memiliki prospek yang sangat bagus sebagai basis agribisnis. Hampir semua bagian kenaf mulai serat, daun, kayu, maupun biji bisa menjadi bahan baku berbagai industri.
 
Serat kenaf dapat dimanfaatkan untuk karung, pulp/kertas, geo-tekstil, oil-biosorb, interior mobil, fiberboard, tekstil, karpet, kerajinan, dan biofuel. Daun kenaf bisa untuk pakan ternak. Kayunya untuk hardboard, bahan bakar, dan tea-bag.
 
"Sementara bijinya mengandung asam oleat dan linoneat tinggi," ungkapnya.
 
Budidaya kenaf di Indonesa masih perlu ditingkatkan dengan ketersediaan lahan subur yang memadai. Menurut Marjani, pihaknya telah mengarahkan teknologi pengembangan kenaf di lahan-lahan sub optimal, seperti lahan kering, lahan PMK, lahan gambut, lahan pasang surut, dan lahan banjir.
 
“Saat ini Balitas sudah memiliki teknologi yang dapat diterapkan di lahan-lahan marjinal. Diharapkan di lahan marjinal yang mungkin komoditas lain tidak produktif, budidaya kenaf bisa maju untuk meningkatkan pendapatan petani,” ungkap Marjani.
 
Selain itu Balittas juga mengembangkan teknologi tumpangsari jagung dan kenaf untuk meningkatkan pendapatan petani. Kenaf ditanam di antara dua baris jagung setelah pembumbunan jagung pada umur 15-20 hari setelah tanam.
 
“Memang hasil jagung tereduksi 10-15 persen dan hasil kenaf tereduksi 20-25 persen, tapi pendapatan petani meningkat cukup banyak sebesar 30-40 persen dibandingkan monokultur,” pungkasnya.
 

(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif