NEWSTICKER
Ilustrasi - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi - - Foto: dok Pertamina

Layanan Pesan Antar BBM-LPG Pertamina Laris

Ekonomi pertamina bbm
Suci Sedya Utami • 20 Maret 2020 13:11
Jakarta: PT Pertamina (Persero) menyebut layanan pesan antar bahan bakar minyak (BBM) dan liguefield petroleum gas (LPG) diminati masyarakat. Pasalnya, pemesanan melalui call center 135 ini laris di tengah merebaknya virus korona (covid-9) di Indonesia.
 
Unit Manager Communication & CSR MOR III Pertamina Dewi Sri Utami mengatakan layanan tersebut mengalami kenaikan dari 159 pemesan menjadi 261 pemesan hingga 18 Maret lalu.
 
"Masyarakat mula aware soal anjuran kerja di rumah sehingga mereka melakukan pemesanan pada call center 135 yang trafic-nya meningkat. Kalau berdasarkan wilayah paling banyak peningkatannya itu di Jakarta Utara dan Jakarta Barat," kata Dewi kepada Medcom.id, di Jakarta, Jumat, 20 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Layanan call center 135 merupakan layanan antar produk Pertamina berupa BBM dan LPG sehingga konsumen dapat memenuhi kebutuhan LPG tanpa perlu keluar rumah. Konsumen cukup menyebutkan produk yang diminati serta alamat antar. Kemudian produk akan diantar dari pangkalan atau agen terdekat.
 
Dewi menjelaskan pemesanan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB sampai dengan 14.00 WIB dan akan diantar ke lokasi pemesanan pada hari yang sama, dengan maksimal pengantaran pukul 20.00 WIB atau menyesuaikan dengan kepadatan kondisi lalu lintas. Adapun harga BBM sama dengan harga di SPBU, dengan biaya pengantaran sebesar Rp20.000 per trip.
 
Hal sama juga untuk pemesanan LPG Bright Gas ukuran 5,5 kilogram (Kg) maupun 12 Kg. Setelah konsumen melakukan pemesanan LPG melalui Call Center 135, produk akan diantar ke rumah oleh Agen LPG terdekat, dengan harga Rp70 ribu untuk Bright Gas 5,5 Kg dan Rp145 ribu Untuk Bright Gas 12 Kg. Untuk LPG biaya pengantaran Rp15 ribu per tabung.
 
Dewi mengatakan petugas pengantar LPG juga dibekali dengan alat pelindung diri dan kebersihan seperti masker dan sarung tangan, untuk menjaga dari risiko penyebaran virus covid-19.
 
“Untuk masyarakat yang membatasi aktivitas keluar rumah, kami siap memenuhi kebutuhan energi dengan hadir hingga ke rumah konsumen kami melalui program layanan antar Call Center 135,” kata Dewi.

 
Adapun periode Januari 2020 hingga 15 Maret 2020, pembelian LPG NPSO (nonsubsidi) bagi sektor ritel yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 kilogram (Kg) dan 12 Kg, serta LPG tabung biru 12 Kg naik rata-rata tiga persen dibandingkan konsumsi periode yang sama di 2019, atau total sekitar 41 ribu metric ton (MT)
 
Sementara itu, kebutuhan LPG subsidi 3 Kg untuk wilayah MOR III pada periode yang sama, cukup stabil, atau sama seperti 2019 sekitar 410 ribu MT. Khusus untuk wilayah Jabodetabek, konsumsi LPG nonsubsidi hingga 15 Maret 2020 naik delapan persen.
 
Wilayah Bekasi dan Tangerang mencatatkan pertumbuhan permintaan terbesar yakni rata-rata enam persen dengan kenaikan terutama pada produk Bright Gas 5,5 Kg. Adapun permintaan dipenuhi melalui pembelian langsung maupun layanan pemesanan.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif