Sebanyak dua paket proyek pembangunan pasar desa atau pasar rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, batal dilaksanakan pada 2020. Foto: MI/Ramdani.
Sebanyak dua paket proyek pembangunan pasar desa atau pasar rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, batal dilaksanakan pada 2020. Foto: MI/Ramdani.

Dana Pembangunan Pasar Desa Penajam Ditarik Pusat untuk Atasi Covid-19

Ekonomi Ibu Kota Baru virus corona
Antara • 09 April 2020 11:41
Penajam: Sebanyak dua paket proyek pembangunan pasar desa atau pasar rakyat di Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, batal dilaksanakan pada 2020 karena anggarannya ditarik pemerintah pusat untuk digunakan menanggulangi dan mencegah covid-19.
 
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Penajam Paser Utara Muhammad Sukadi Kuncoro mengungkapkan anggaran proyek yang bersumber dari DAK (dana alokasi khusus) ditarik kembali oleh pemerintah pusat.
 
Sehingga pasar rakyat yang rencananya akan dibangun di Desa Sumber Sari Kecamatan Babulu dan di Desa Bumi Harapan Kecamatan Sepaku pada 2020 dibatalkan pemerintah pusat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Total anggaran proyek pembangunan dua pasar desa yang dibatalkan pemerintah pusat itu lebih kurang Rp3,75 miliar," ujar Kuncoro dikutip dari Antara, Kamis, 9 April 2020.
 
Anggaran pembangunan pasar rakyat di Desa Sumber Sari melalui DAK dari Kementerian Perdagangan lebih kurang Rp2,8 miliar.
 
Sementara untuk pembangunan pasar rakyat di Desa Bumi Harapan melalui dana tugas perbantuan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah sekitar Rp950 juta.
 
Sesuai surat edaran Kementerian Keuangan Nomor S-247/MK.07/2020 kata Kuncoro, seluruh pengadaan barang dan jasa melalui DAK 2020 telah dihentikan.
 
Penundaan pekerjaan fisik yang bersumber dari DAK tersebut, menurut dia, tidak terbatas karena pemerintah pusat tengah fokus menangani mewabahnya virus korona.
 
Pembatalan proyek bersumber dari DAK secara tiba-tiba itu dinilainya sangat merugikan Kabupaten Penajam Paser Utara, apalagi pembangunan pasar desa sifatnya sangat prioritas.
 
"Kami tidak sempat melakukan lelang kedua paket proyek pembangunan pasar desa itu karena musibah. Kalau dibilang rugi, Kabupaten Penajam Paser Utara merugi," ucap Kuncoro.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif