Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong produk tanaman sorgum lebih banyak dikembangkan. Foto: Dok. Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong produk tanaman sorgum lebih banyak dikembangkan. Foto: Dok. Kementerian Pertanian

Kementan Tingkatkan Produktivitas Sorgum untuk Sumber Pangan

Ekonomi pangan Kementerian Pertanian
Ilham wibowo • 20 September 2020 14:26
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong produk tanaman sorgum lebih banyak dikembangkan lantaran produktivitasnya tahan terhadap perubahan iklim. Selain bijinya sebagai alternatif pangan, batang sorgum juga sangat potensial sebagai pakan penggemukan ternak.
 
"Kalau kita bisa mengembangkan lebih jauh saya pikir kebutuhan pangan dan pakan bisa kita penuhi dari sorgum," ujar Kepala Badan Litbang Pertanian Fadjry Djufry melalui keterangan tertulisnya, Minggu, 20 September 2020.
 
Menurut Djufry, komoditas sorgum juga sangat potensial sebagai bahan baku energi nabati. Saat ini, penelitian tengah dilakukan untuk menciptakan produk turunan energi yang bisa bernilai tambah tinggi dengan modifikasi benih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Jika ingin dijadikan pakan maka proteinnya ditingkatkan, kalau butuh bioetanolnya kita bisa tingkatkan lagi brix-nya. Kita juga bisa modifikasi apa-apa saja yang dibutuhkan untuk pangan nantinya," sebut Fadjry.
 
Daun dan batang sorgum, lanjut dia, merupakan sumber pakan berfungsi meningkatkan bobot hewan ternak serta meningkatkan produksi daging dan susu. Batang sorgum yang manis merupakan sumber bioetanol, gula cair, gula kristal dan produk lain tergantung jenis usaha yang akan dikembangkan.
 
Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Gorontao Amin Nur menambahkan bahwa sorgum merupakan sumber pangan potensial karena memiliki biji 40-100 gram/malai. Rata-rata produksi biji 6.36 ton/ha dengan potensi biji bisa mencapai 8-9 ton/ha. Berat batang sorgum 400-800 gram/batang bisa dijadikan sebagai sumber pakan dan energi.
 
"Varietas terbaru dari Badan Litbang Pertanian yaitu Bioguma 1, Bioguma 2 dan Bioguma 3 biomassanya mencapai 45-50 ton/ha," paparnya.
 
Dari batang sorgum bisa didapatkan nira antara 0,10-0,15 liter/batang atau 7.143-10.714 liter/ha dengan kandungan gula Brix 12-17 persen. Kandungan gula brix pada tanaman sorgum ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan.
 
“Ketika kita memanen tanaman sorgum saat musim hujam volume niranya meningkat tapi gula brixnya menurunnya. Namun saat memanen pada musim kemarau, kandungan gula brixnya bisa mencapai 17 persen,” kata Amin.
 
Ampas batang bisa diolah menjadi silase untuk pakan ternak dan seratnya juga bisa diolah menjadi etanol dengan bantuan enzim dengan potensi 4.286-6.428 liter/ha etanol atau gula cair. Tanaman sorgum juga berpotensi untuk mengoptimalisasi pemanfaatan lahan kering, lahan marginal dan lahan yang tidak diusahakan, serta menambah pendapatan petani.
 
“Tanaman ini luar biasa bandel, di Gorontalo kami menanam tanaman sorgum di bekas tanah timbunan bercampur batu. Sampai sekarang pertumbuhannya sangat luar biasa,” tuturnya.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif