Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok MI
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto - - Foto: dok MI

PPKM Level 4, Pemerintah Pertimbangkan Tambah Kapasitas Operasional Industri Berorientasi Ekspor

Ekonomi Ekspor Dunia Usaha Airlangga Hartarto protokol kesehatan ppkm PPKM Darurat
Suci Sedya Utami • 22 Juli 2021 11:41
Jakarta: Pemerintah akan mempertimbangkan penambahan kapasitas industri esensial terutama yang berorientasi ekspor pada masa PPKM level empat. Sebelumnya, operasional sektor ini hanya diperbolehkan sebesar 50 persen.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sebenarnya telah mengatur Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) di masa PPKM terutama untuk mengatur penerapan protokol kesehatan.
 
"Untuk yang berorientasi ekspor tentu akan terus kita dorong karena ini adalah kewajiban, ada risiko kehilangan pasar," kata Airlangga dalam konferensi pers, dilansir dari YouTube Kemenko Perekonomian, Kamis, 22 Juli 2021.
 
Di sisi lain, pemerintah belum berminat memberikan relaksasi serupa bagi industri yang telah melakukan program vaksinasi di area operasi kerjanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Airlangga menjelaskan industri bukanlah merupakan klaster yang terpisah dari masyarakat. Ia bilang targetnya bukan hanya menciptakan herd immunity pada suatu industri, namun seluruh Indonesia termasuk lingkungan di masyarakat.
 
"Karena biar bagaimanapun kalau pabrik sudah divaksinasi tapi mereka (pekerjanya) kembali ke lingkungannya tapi di situ belum seluruhnya divaksinasi efek ping pong selalu ada," tutur Airlangga.

 
Ia menambahkan pada saat persentase vaksinasi mencapai level yang lebih tinggi, maka pemerintah baru bisa mengambil kebijakan untuk memberikan stimulus. Namun bukan berlandaskan industri semata.
 
"Bukan berbasis pada industri satu per satu," ucap Ketua Umum Golkar ini.
 
Namun demikian, ia menggarisbawahi biasanya di industri manufaktur telah menerapkan protokol jaga jarak antarpekerja satu sama lain, sebab biasanya industri tersebut berada pada suatu assembly line tertentu.
 
"Jadi tergantung nature industrinya dan itu masuk di sektor esensial ataupun kritikal," jelas Airlangga.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif