Ilustrasi - - Foto: dok Kementerian BUMN
Ilustrasi - - Foto: dok Kementerian BUMN

Likuidasi Bikin BUMN Lebih Sehat dan Berdaya Saing

Ekonomi BUMN Kementerian BUMN Daya Saing
Suci Sedya Utami • 26 September 2021 20:38
Jakarta: Pengamat BUMN dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia Toto Pranoto mendukung rencana Kementerian BUMN yang ingin melikuidasi atau menutup perusahaan pelat merah.
 
Dalam waktu dekat, Kementerian BUMN memang berniat untuk melikuidasi tujuh perusahaan BUMN antara lain PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Industri Gelas (Persero), PT Kertas Leces (Persero), PT Industri Sandang Nusantara (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), dan PT Kertas Kraft Aceh (Persero).
 
Toto mengatakan pembubaran tersebut memang akan membuat jumlah perusahaan milik negara berkurang. Namun, hal tersebut justru akan lebih menyehatkan BUMN, ketimbang negara harus menanggung perusahaan yang diibaratkan hidup segan mati tak mau, yaitu perusahaan yang tidak lagi memiliki manfaat tapi malah menjadi benalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi menurut Toto, selain tujuh perusahaan tersebut, Kementerian BUMN juga memiliki daftar BUMN lain yang ingin dibereskan. "Jadi ke depan mungkin Indonesia akan punya lebih sedikit BUMN, namun lebih sehat dan berdaya saing," kata Toto kepada Medcom.id, Minggu, 26 September 2021.
 
Ia mengatakan opsi likuidasi sangat terbuka dilakukan untuk menangani BUMN yang produk atau jasanya sudah sunset dan kondisi kesehatannya memburuk karena sering merugi. Likuidasi menjadi salah satu opsi disamping melakukan upaya transisi pada BUMN yang masih memiliki fungsi strategis bagi publik namun kinerjanya kurang bagus.
 
Restrukturisasi bisa dilakukan agar status kesehatan perusahaan bisa dipulihkan. Misalnya yang terjadi pada PT Krakatau Steel (Persero). Upaya restrukturisasi pada perusahaan baja nasional itu dalam dua tahun terakhir membuahkan hasil positif yang dibukukan dalam laporan keuangan semester I tahun ini.

 
"Sebaliknya BUMN yang sudah kehilangan fungsi strategisnya dan kemudian sudah bisa  digantikan pelaku usaha lainnya, misal dunia usaha swasta dan posisi keuangan juga sudah buruk, maka sebaiknya dilikuidasi saja," ujar Toto.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif