Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - - Foto: dok Kemenperin
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita - - Foto: dok Kemenperin

Geber Pertumbuhan Industri, Kemenperin Gandeng Jerman dan Swiss Latih Guru Vokasi

Ekonomi jerman Swiss Kementerian Perindustrian Pendidikan Vokasi Vokasi
Husen Miftahudin • 28 September 2021 17:11
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berupaya menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) kompeten yang sesuai dengan kebutuhan industri, di antaranya melalui pelatihan Master Trainer yang menggandeng pemerintah Jerman dan Swiss.
 
Melalui upaya itu, diharapkan pertumbuhan industri semakin merata di seluruh wilayah Indonesia. "Kegiatan kali ini merupakan bukti nyata eratnya kerja sama yang dilakukan Kemenperin dengan negara-negara yang selama ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan vokasi, seperti Jerman dan Swiss," kata Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam siaran persnya, Selasa, 28 September 2021.
 
Agus menuturkan Pelatihan Master Trainer tersebut merupakan implementasi dari program Link and Match yang dimotori Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin. Pelatihan Master Trainer diharapkan meningkatkan kompetensi para pelatih di tempat kerja.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena para pelatih memiliki peran sangat dominan dalam membimbing para peserta praktik kerja guna mencapai kompetensi agar siap kerja," ujarnya.
 
Ia menyampaikan, kerja sama Kemenperin dengan Pemerintah Jerman terkait teknis pendidikan vokasi dan pelatihan (Technical Vocational Education and Training) telah dimulai sejak 2001. Kerja sama tersebut terbukti mampu menguatkan unit pendidikan dan pelatihan Kemenperin.
 
"Melalui kerja sama tersebut, telah lahir lulusan kompeten dan siap kerja untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor industri hingga 682 ribu orang setiap tahunnya," papar Agus.
 
Kemenperin juga terus berkolaborasi dengan perwakilan Pemerintah Jerman dan Swiss melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) dan Swiss State Secretariat for Economic Cooperation (SECO) dalam mengadopsi sistem pendidikan dual system yang diterapkan pada sembilan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 12 pendidikan tinggi di bawah naungan BPSDMI Kemenperin yang bersifat spesifik dan teknis.
 
"Saya juga ingin terus mengajak Bapak Duta Besar RI di Jerman dan Swiss untuk menjembatani kerja sama antara unit pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia agar dapat Go Internasional," tutur Agus.
 
Duta Besar RI untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Dharmansyah Hadad pun berkomitmen untuk mendukung upaya pemerintah Indonesia untuk meningkatkan keterampilan profesional melalui pendidikan vokasi guna mengurangi tingkat pengangguran sehingga dapat meningkatkan perekonomian Indonesia.
 
Menurutnya, Swiss menjadi salah satu negara yang sudah lama mendukung pendidikan vokasi di Indonesia, dan hubungan Indonesia-Swiss telah semakin meningkat, tidak hanya antar pemerintah tetapi juga antarpebisnis, dan people to people.
 
"Saat ini, Indonesia dan Swiss juga dalam proses rencana penandatanganan Young Professional Agreement. Penandatangan kesepakatan ini diharapkan terjadi dalam waktu dekat sehingga entry into force dapat dimulai pada November 2021," tambahnya.
 
Sementara Duta Besar RI untuk Jerman Arif Havas Oegroseno juga menyatakan dukungannya terhadap kegiatan Pelatihan Master Trainer sebagai salah satu upaya implementasi pendidikan sistem ganda pada sekolah vokasi di Indonesia. "Sistem tersebut selama ini telah diterapkan di Jerman dengan sangat baik," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif