Ilustrasi. FOTO: MI/Bagus Suryo
Ilustrasi. FOTO: MI/Bagus Suryo

Imbas Covid-19, Pertumbuhan Listrik Terkoreksi

Ekonomi listrik pembangkit listrik pln Virus Korona kementerian esdm
Suci Sedya Utami • 02 April 2020 08:38
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui jika pertumbuhan listrik akan terkoreksi di tengah pandemi covid-19. Adapun pertumbuhan listrik sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang artinya apabila pertumbuhan ekonomi terkoreksi maka pertumbuhan listrik pun akan mengikuti.
 
Sementara Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 2,3 persen atau yang terparah minus 0,4 persen di tahun ini, merosot dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2020 sebesar 5,3 persen.
 
"Tentu saja kita harus koreksi pertumbuhan listrik karena dari pertumbuhan ekonomi," kata Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana, dalam virtual konferensi pers, Rabu, 1 Maret 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Apalagi, kata Rida, saat ini banyak kegiatan ekonomi dan bisnis yang tidak beroperasi seperti mal dan hotel yang tutup dan tidak mendapatkan pelanggan. Hal ini tentu akan memengaruhi pertumbuhan listrik industri. Namun di sisi lain ada peralihan konsumsi ke pengguna rumah tangga dengan adanya kebijakan bekerja dari rumah.
 
Ia bilang ada laporan peningkatan sekitar 1-3 persen untuk konsumsi listrik golongan rumah tangga. Kendati demikian, Rida mengatakan, masih memerlukan waktu untuk menghitung secara agregat atau keseluruhan.
 
"Tolong beri kami waktu untuk mengkaji berapa perubahannya," tutur Rida.
 
Selain itu pihaknya mengkaji dampak penurunan konsumsi terhadap potensi oversupply atau kelebihan kapasitas yang harus ditangggung PT PLN (Persero) mengingat penambahan kapasitas pembangkit terus berjalan. Termasuk juga, tambah Rida, pengkajian mengenai ketentuan take or pay (pakai atau bayar) yang disepakati dengan para Independent Power Producer (IPP).
 
"Kita sudah antisipasi kiranya ini membuat oversupply, adanya pandemi ini apakah kemudian menyebabkan suatu kondisi kahar kemudian dimungkinkan untuk renegosiasi kontrak kerja sama beli listrik antara PLN dan IPP, itu yang masih dikaji," jelas Rida.
 
Berdasarkan data Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, target pertumbuhan listrik tahun ini sebesar 7,30 persen. Meningkat dari tahun lalu yang sebesar 6,40 persen.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif