Gedung LMAN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Gedung LMAN. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

LMAN Kaji Perpanjangan Relaksasi hingga 2021

Ekonomi Kementerian Keuangan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) pandemi covid-19
Media Indonesia • 26 Agustus 2020 11:56
Jakarta: Direktur Utama Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) Basuki Purwadi mempertimbangkan perpanjangan masa relaksasi bagi mitra LMAN hingga 2021. Pasalnya, pandemi covid-19 hingga saat ini masih belum dapat diprediksi kapan berakhir.
 
"Kalau prediksi, kita lihat lagi karena kita belum tahu pandemi ini akan berkahir kapan. Jadi internal kami sudah siapkan rencana untuk jaga-jaga, paling tidak sampai akhir 2021," ujar Basuki, Selasa, 25 Agustus 2020.
 
Sebagai lembaga nonprofit, sambungnya, tidak ada kerugian yang akan dialami LMAN jika program relaksasi tersebut diperpanjang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"LMAN itu tidak melihat untung-rugi juga. Karena tugas lembaga ini sejauh mana bisa memberikan kontribusi kepada negara, baik secara finansial yang masuk ke PNBP atau yang nonfinansial yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat," ungkapnya.
 
Direktur Operasional dan Manajemen Risiko LMAN Candra Artanto menambahkan pemberian relaksasi kepada tenan itu dalam bentuk penundaan sewa lahan maupun perpanjangan kontrak lahan atau bangunan.
 
Ia mencontohkan, salah satu aset milik LMAN yang dikerjasamakan dengan mitra yang menjalankan UMKM. Pasalnya, UMKM bukan pemain besar sehingga rentan terdampak langsung pandemi covid-19.
 
LMAN pun kemudian memberi sejumlah keringanan agar dapat membantu keberlangsungan bisnis para pelaku usaha kecil itu. "Ada mitra yang berbisnis di bidang elektronik. Ini kami berikan relaksasi agar mereka terbantu selama covid-19 ini. Karena ya memang bisnis mereka sudah sangat terganggu karena pandemi ini," jelasnya.
 
Di kesempatan yang sama, Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN Qoswara mengatakan lembaganya sudah melakukan pembayaran terhadap 77 proyek strategis nasional (PSN). Nilai pembayaran itu mencapai Rp56,2 triliun.
 
"Sampai 19 Agustus, kami sudah melakukan pembayaran atas 77 PSN dengan nilai total Rp56,2 triliun," ujarnya.
 
Adapun dari total nilai tersebut, porsi paling besar ialah untuk jalan tol yang jumlahnya mencapai 44 proyek dengan total nilai pembayaran sekitar Rp50 triliun.
 
Kemudian diikuti dengan pengadaan lain seperti 25 proyek bendungan sebesar Rp3,6 triliun.
 
(AHL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif