Ilustrasi. Foto: Antara/Khairizal
Ilustrasi. Foto: Antara/Khairizal

Keselamatan Karyawan Tetap Utama saat Relaksasi PSBB

Ekonomi virus corona PSBB Pemulihan Ekonomi
Ilham wibowo • 14 Mei 2020 10:16
Jakarta: Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Industri Manufaktur Johnny Darmawan menyebut bahwa implementasi relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan menekan gelombang PHK besar-besaran. Pelonggaran di tengah penanggulangan covid-19 ini perlu dimulai dengan kriteria tertentu.
 
Johnny menegaskan kalangan pengusaha akan melihat rekomendasi dari Pemerintah terutama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Doni Monardo. Protokol kesehatan baru akan dipatuhi agar penularan wabah bisa ditekan.
 
"Tetap kita harus pikirkan keselamatan juga, bahwa nanti protokol kesehatan yang baru harus dijalankan," kata Johnny kepada Medcom.id, Kamis, 14 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Protokol baru covid-19 tersebut perlu mengatur secara rinci seperti kriteria ideal untuk diterapkan di wilayah yang memiliki statistik menurunnya angka kematian. Tenaga kerja dengan rentang usia 45 tahun ke bawah yang diperbolehkan beraktivitas pun mesti dipastikan tidak menjadi media penularan ke orang yang lebih tua atau dengan penyakit bawaan.
 
"Di zona merah harus bagaimana dan di zona hijau bagaimana, jadi ada evaluasi lagi, tidak otomatis seperti yang dipikirkan bahwa langsung semua akan dibuka. Tenaga kerja di bawah 45 tahun diperbolehkan karena yang memang berisiko kecil," ungkapnya.
 
Johnny menyebut kalangan pengusaha menanggapi positif langkah pemerintah yang menyiapkan skenario pemulihan ekonomi sedari dini mulai awal Juni 2020. Hal ini penting agar dunia usaha bisa menerapkan rencana kontigensi baru untuk ikut memperbaiki catatan pertumbuhan ekonomi nasional.
 
"Kenapa mesti relaksasi? Karena banyak sekali yang bakal kena PHK nantinya. Pemerintah juga mesti memikirkan kalau PSBB berjalan dan pabrik berhenti beroperasi tidak ada income sementara biaya yang dikeluarkan terus-menerus, perusahaan tidak bisa menghindari PHK," tuturnya.
 
Selama belum ditemukan vaksin covid-19, lanjut Johnny, kalangan pengusaha pesimistis penanganan wabah di Tanah Air secara total akan selesai pada akhir 2020. Karenanya, relaksasi PSBB secara bertahap di sektor strategis akan sangat membantu dalam pemulihan ekonomi nasional.
 
"Seperti di negara lain misalnya di Thailand dan Vietnam, satu daerah yang grafiknya turun, terus daerah yang zona merah tidak boleh dan zona hijau boleh tapi tetap dengan protokol kesehatan covid-19 yang dijalankan seperti menggunakan masker dan jaga jarak sosial tapi lebih rileks," pungkasnya.

 

(DEV)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif