Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Digitalisasi dan Hilirisasi Jadikan Ekonomi RI Nomor 7 di Dunia

Ekonomi Ekonomi Indonesia Luhut Pandjaitan transformasi digital Hilirisasi Industri
Antara • 26 Januari 2022 14:48
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan digitalisasi dan hilirisasi akan menjadikan ekonomi Indonesia melesat maju ke nomor tujuh dunia pada 2030.
 
Menurut Luhut, ekonomi Indonesia saat ini berada pada posisi 16 besar dunia. Namun, ia optimistis pembangunan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara (Kaltara), pengembangan Bintan, hilirisasi mineral di Morowali dan lainnya akan meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
 
"Dengan nanti pembangunan green industrial park di Kalimantan, pengembangan Bintan, Morowali, Morowali Utara, Weda Bay, Obi dan lainnya, saya kira GDP kita 2030 bisa sampai kira-kira di USD3 triliun. Pendapatan per kapita kita bisa saja akan sampai USD10 ribu. Saya pikir ini bisa terjadi karena hilirisasi dan digitalisasi serta efisiensi di semua lini," katanya dalam webinar IATI-KORIKA terkait smart maritime and smart agriculture, dilansir Antara, Rabu, 26 Januari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Terkait hilirisasi, Luhut menuturkan pemerintah terus mendorong penguatan nilai tambah produk mineral dan batu bara.
 
Hilirisasi dilakukan agar Indonesia bisa mendapatkan nilai tambah maksimal dalam pengelolaan sumber daya alam. Nilai tambah tersebut akan memperkuat ekonomi nasional sehingga defisit neraca perdagangan tidak akan jadi masalah berarti bagi Indonesia.
 
"Kita selama ini banyak bicara commodity based (berbasis komoditas), sekarang kita bicara mengenai industri. Itu saya kira harus jalan," katanya.
 
Sementara itu, dari sisi digitalisasi, pemerintah akan mendorong investasi di bidang teknologi informasi komunikasi (ICT) di sepuluh sektor utama.
 
Hal itu dilakukan lantaran Indonesia perlu meningkatkan investasi ICT di Indonesia hingga 2,5 persen dari PDB dalam lima tahun ke depan.
 
"Pada 2016, investasi digital di Indonesia hanya 1,3 persen dari PDB. Tingkat ini jauh lebih rendah dibanding negara-negara di ASEAN. Tapi kalau lihat lima tahun ke depan ini, investasi ICT di Indonesia, kita harus tingkatkan 2,5 persen dari PDB. Itu perlu investasi kira-kira Rp275 triliun-Rp300 triliun setiap tahun di 10 sektor," paparnya.
 
Tidak hanya hilirisasi dan digitalisasi, menurut Luhut, perkembangan teknologi yang ada juga harus dimanfaatkan untuk memberikan nilai tambah di sejumlah sektor existing.
 
"Kita harus lihat creating new values (penciptaan nilai tambah) ini harus membuat efisiensi," pungkasnya.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif