Ilustrasi smelter. Foto: AFP
Ilustrasi smelter. Foto: AFP

Smelter Mandek, Pemerintah Kirim Surat Teguran ke Freeport

Ekonomi Kementerian ESDM Freeport
Suci Sedya Utami • 23 November 2020 17:47
Jakarta: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengirimkan surat teguran pada PT Freeport Indonesia (PTFI) terkait keterlambatan progres konstruksi pembangunan smelter di Gresik, Jawa Timur.
 
Dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI, Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan teguran tersebut telah dilayangkan oleh Direktur Jenderal Minerba Ridwan Djamaluddin pada 30 September lalu dengan nomor surat 1197/36/DJB/2020.
 
Arifin mengatakan surat tersebut memuat dua poin penting. Pertama, terkait pelaksanaan pilling test dan pile load test dipercepat dan dapat dilaksanakan paling lambat akhir Oktober 2020. Kedua, Freeport diminta untuk menyampaikan time line pelaksanaan kegiatan pilling test dan pile load test.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia bilang Freeport pun langsung memberikan tanggapan melalui surat bernomor 508/OPD PTFI/IX/2020 tanggal 30 September 2020. Dalam surat tersebut Freeport menyampaikan pilling test dan pile load test akan mengalami keterlambatan.
 
"Semula direncanakan pada akhir September 2020. Namun baru dapat dilakukan pada awal November 2020," kata Arifin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 23 November 2020.
 
Arifin pun kembali merespons surat balasan dari Freeport dengan mengirimkan surat kedua bernomor 516/OPDPTFI/XI/2020 tanggal 11 November 2020 perihal jawaban surat teguran terlambatnya kegiatan konstruksi smelter.
 
Terdapat tiga poin dalam surat balasan pemerintah pada Freeport. Pertama, Freeport memberikan notice to proceed ke Chiyoda selaku kontraktor untuk melakukan pekerjaan test pilling. Kedua, Chiyoda sudah mulai melakukan pengadaan dan mobilisasi peralatan serta pekerja ke Gresik. Ketiga, kegiatan fisik test pile drive di area prioritas pembangunan smelter baru dapat dilakukan pada akhir November 2020.
 
Saat ini progres pembangunan smelter Freeport baru mencapai 5,86 persen. Menurut Arifin, berdasarkan informasi yang disampaikan Freeport, terdapat kendala penyelesaian smelter di tengah pandemi. Ia bilang adanya hambatan mobilitas barang dan juga tenaga kerja serta kesepakatan pendanaan.
 
Hingga Agustus, investasi yang terserap sebesar USD300 juta dari yang dialokasikan sebesar USD3 miliar untuk membangun fasilitas yang mampu menampung dua juta ton per tahun (konsentrat tembaga) dan kapasitas PMR 6.000 ton per tahun (lumpur anoda).  
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif