Ilustrasi LNG. Foto: Antara/Zabur Karuru
Ilustrasi LNG. Foto: Antara/Zabur Karuru

Perta Arun Gas Bangun Dua Tangki LNG Senilai Rp4,4 Triliun

Ekonomi lng lng arun
Suci Sedya Utami • 19 Oktober 2020 21:38
Jakarta: PT Perta Arun Gas (PAG), anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas) akan membangun dua tangki gas alam cair (LNG). Perta Arun Gas akan memanfaatkan bekas fasilitas LNG Arun.
 
Dalam pembangunan tangki ini, Perta Arun Gas menggandeng PT Natuna Eton Energy. Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Direktur Utama Perta Arun Gas Arif Widodo dan Direktur Utama Natuna Eton Energy Teizo Ojeki.
 
Arif menjelaskan penandatanganan MoU merupakan awal dimulainya kerja sama kedua perusahaan yang nantinya akan dilanjutkan dengan proses Feasibility Study (FS) bersama untuk melihat potensi besar kerja sama dalam bisnis LNG.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Arif jika kajian selesai dan keekonomiannya cocok, maka Natuna Eton akan menjadi mitra yang akan membangun fasilitas storage LNG tambahan di fasilitas ex-LNG Arun. Dia berharap proses kajian bisa diselesaikan dengan cepat sehingga berlanjut ke proses pembangunan yang diperkirakan memakan waktu 2,5 tahun.
 
Adapun total investasi yang dibutuhkan yakni sekitar USD300 juta atau sekitar Rp4,44 triliun (asumsi kurs Rp14.800 per USD).
 
"Untuk Pelaksana pembangunan nantinya fundingnya dari Natuna Eton Energy, sehingga pelaksanaan bisa secepat mungkin. Nantinya apabila betul bisa terlaksana cepat akan mengoperasikan bersama," kata Arif usai acara penandatanganan MoU di Jakarta, Senin, 19 Oktober 2020.
 
Kajian yang dilakukan termasuk potensi pembeli (buyer). Perta Arun Gas meyakini dengan koneksi di pasar LNG internasional yang dimiliki Natuna Eton Energy bisa mendatangkan konsumen bagi fasilitas tersebut.
 
Dua tangki yang akan dibangun memiliki kapasitas 150 ribu meter kubik. Sementara, saat ini Perta Arun sudah mengelola lima tangki LNG dengan masing-masing kapasitas mencapai 127 ribu meter kubik.
 
Perta Arun Gas pun telah mengantongi izin sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB) dan menjadi satu-satunya perusahaan yang memegang izin PLB untuk penyimpanan LNG di Indonesia.
 
Wakil Presiden Direktur Natuna Eton Energy Alfiansyah Syahbirin Syafe'i mengatakan kajian akan segera dilakukan. Dia berharap kajian bersama bisa selesai di awal tahun depan sehingga proses konstruksi bisa dimulai.
 
Lebih lanjut dirinya pun meyakini upaya dalam mencari buyer tidak akan sulit mengingat kredibilitas Arun sebagai wilayah yang memiliki fasilitas energi di lokasi strategis selat Malaka sudah banyak dikenal dunia internasional.
 
"Simple saja, membangun suatu kawasan yang sudah lengkap karena kita tahu juga PAG dulu merupakan salah satu raksasa LNG terbesar ketiga di dunia. Fasilitas mereka cukup baik dan terawat dan lokasi strategis untuk bisnis energi, lebih menjanjikanlah di Selat Malaka," jelas Alfiansyah.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif