Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi. FOTO: Medcom.id
Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi. FOTO: Medcom.id

Widodo Makmur Bidik Laba Bersih Tumbuh 259% di 2021

Ekonomi pangan peternakan
Angga Bratadharma • 06 Januari 2021 14:43
Jakarta: PT Widodo Makmur Unggas (WMU) membidik penjualan meroket sebanyak 436 persen dan laba bersih sebanyak 259 persen pada 2021 dibandingkan dengan pencapaian pada 2020. Proyeksi itu ditetapkan meski pandemi covid-19 masih melanda Indonesia dengan WMU fokus pada pengembangan bisnis produksi karkas.
 
Direktur Utama Widodo Makmur Unggas Ali Mas’adi mengatakan fokus di produksi karkas mengingat di sepanjang semester pertama tahun lalu produksi karkas tumbuh 22 persen menjadi 16 ribu ton. Keyakinan target dapat dicapai, lanjutnya, lantaran konsumen tersebar di seluruh Indonesia dan kebutuhan protein daging ayam nasional yang terus meningkat.
 
"Jadi kita yakin penjualan tahun ini tumbuh tajam," imbuh Ali Mas'adi, dalam Due Diligence Meeting dan Public Expose Penawaran Umum Perdana Saham PT Widodo Makmur Unggas, Rabu, 6 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan yang bergerak di bidang peternakan ayam terintegrasi vertikal ini tidak ditampik mampu membukukan kinerja positif di tengah pandemi covid-19. Hingga semester pertama 2020, WMU mengantongi penjualan bersih sebesar Rp508,39 miliar atau melonjak 135,33 persen dari periode sama di 2019 sebesar Rp216,03 miliar.
 
Gross marjin meningkat 107,93 persen menjadi Rp70,51 miliar dibandingkan periode sama di 2019 sebesar Rp33,91 miliar. EBITDA marjin tercatat tumbuh 81,4 persen menjadi Rp57,23 miliar dibandingkan periode sama di 2019 sebesar Rp31,55 miliar. Net marjin tercatat naik 95,4 persen menjadi Rp31,71 miliar dibandingkan periode sama 2019 sebesar Rp16,23 miliar.
 
Total aset hingga semester pertama 2020 mencapai Rp1,16 triliun dari posisi akhir 2019 sebesar Rp864,18 miliar. Total liabilitas tercatat turun di sepanjang enam bulan pertama 2020 menjadi Rp539,17 miliar dari Rp563,68 miliar pada akhir Desember 2019. Total ekuitas melonjak di semester pertama 2020 menjadi Rp628,9 miliar.
 
Rasio lancar pada semester pertama ini menjadi 1,27 kali dari akhir Desember 2019 sebesar 1,55 kali, dan rasio utang terhadap aset turun di semester pertama menjadi 46,16 persen dari akhir Desember 2019 sebesar 65,23 persen. Begitupula, rasio utang terhadap ekuitas turun menjadi 85,73 persen dari posisi akhir Desember 2019 sebesar 187,58 persen.
 
"Untuk posisi Return on Assets (ROA) di semester pertama tercatat 2,72 persen dan Return on Equity (ROE) sebesar 5,04 persen," kata Ali.
 
Sementara itu, WMU memiliki unit-unit bisnis meliputi breeding farm, hatchery, commercial broiler farm, commercial layer farm, slaughterhouse, dan feedmill di beberapa lokasi fasilitas yang tersebar di Pulau Jawa. Model bisnis yang dijalankan menghubungkan berbagai proses bisnis dalam rangka pemenuhan kebutuhan protein hewani Indonesia.
 
"Kami yakin dan percaya dengan prospek yang positif yang akan ditawarkan oleh Widodo Makmur Unggas di masa yang akan datang. Kini publik dapat menjadi bagian dari peluang investasi ini. Pertumbuhan WMU akan didukung oleh tingginya pertumbuhan pelanggan dan permintaan secara berkelanjutan terkait kualitas dan inovasi pelayanan," pungkasnya. 
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif