Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

'Kue' Investasi di Luar Jawa Pecah Rekor, Kalahkan Investasi di Pulau Jawa

Ekonomi BKPM realisasi investasi
Suci Sedya Utami • 25 Januari 2021 17:22
Jakarta: Realisasi investasi di luar Jawa mengalami peningkatan di 2020. Bahkan, memecahkan rekor karena besarannya melampaui 50 persen mengalahkan investasi di Pulau Jawa.
 
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi lima tahun terakhir, porsi investasi luar Jawa pada 2016 sebesar 46,4 persen, pada 2017 sebesar 43,7 persen, pada 2018 sebesar 43,8 persen, pada 2019 sebesar 46,3 persen, dan pada 2020 sebesar 50,5 persen.
 
Sepanjang 2020, realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp417,5 triliun atau 50,5 persen dari total investasi yang mencapai Rp826,3 triliun. Sementara investasi di Jawa sebesar Rp408,8 triliun atau 49,5 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Porsi investasi di luar Jawa meningkat dari capaian di 2019 yang sebesar Rp375 triliun atau 46,3 persen dari realisasi total yang sebesar Rp809,6 triliun. Sisanya, Rp434,6 triliun atau 53,7 persen merupakan investasi di Jawa yang bahkan lebih tinggi dibanding capaian di sepanjang 2020.
 
Demikian juga secara kuartal, di kuartal IV-2020, investasi di luar Jawa sebesar Rp13,4 triliun atau 52,8 persen dari capaian investasi di kuartal tersebut yang mencapai Rp214,7 triliun. Presentase tersebut meningkat dari periode yang sama 2019 yang sebesar Rp103,8 triliun atau 49,8 persen dari capaian di sepanjang kuartal tersebut sebesar Rp208,3 triliun.
 
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan hal ini menunjukkan investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri tidak lagi menjadikan Jawa sebagai satu-satunya alternatif untuk menanamkan investasinya. Ia bilang, penyebaran investasi ini juga merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur dalam lima tahun terakhir yang memberikan pengaruh signifikan.
 
"Syarat mutlak investasi adalah infrastruktur yang memadai sehingga memunculkan kawasan ekonomi baru," kata Bahlil dalam paparan realisasi investasi secara daring, Senin, 25 Januari 2021.
 
Mantan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) ini mengatakan, dalam kurun waktu satu tahun terakhir, pihaknya berupaya untuk memberikan lebih banyak alternatif lokasi bagi para investor yang tertarik pada Indonesia. Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif bagi investasi yang dilakukan di luar Jawa.
 
Selain itu, sejak dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Bahlil dimandatkan untuk membangun hilirisasi, menciptakan industri yang bernilai tambah. Ia bilang, investasi di luar Jawa lebih banyak merupakan industri yang bukan membangun gedung, air, atau telekomunikasi, melainkan membangun industri yang produk akhirnya akan bisa mensubstitusi impor.
 
Oleh karenanya, saat ini investasi sudah kian merata ke Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Bahkan menurut dirinya, ke depan investasi di kawasan timur Indonesia, khususnya, akan melambung jauh.
 
"Ini ibarat harta karun yang belum terungkap. Jadi masa depan Indonesia Insyaallah itu ada di wilayah timur," jelas Bahlil.
 
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif