Ilustrasi. (Foto: Antara/Saiful Bahri)
Ilustrasi. (Foto: Antara/Saiful Bahri)

Pemerintah Aceh Tanggung 20 Persen Subsidi Premi AUTP

Ekonomi berita kementan asuransi pertanian
Gervin Nathaniel Purba • 09 Maret 2021 06:07
Aceh: Kementerian Pertanian (Kementan) turut mendorong petani di Aceh memanfaatkan subsidi premi asuransi usaha tani padi (AUTP) yang dialokasikan pemerintah pusat dan daerah. 
 
Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh, melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh sudah menyediakan anggaran untuk subsidi premi AUTP 5 ribu hektare (ha) sawah pada tahun ini.
 
Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Distanbun Aceh Mukhlis mengatakan, subsidi premi AUTP di Aceh yang ditanggung oleh Pemda Aceh sebesar 20 persen. Sedangkan sisanya ditanggung pemerintah pusat melalui APBN. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Artinya, petani tidak perlu membayar sama sekali premi asuransi ini," kata Mukhlis, dikutip keterangan tertulis, Selasa, 9 Maret 2021.
 
Jika terjadi puso (gagal panen) karena bencana alam, banjir atau kekeringan seperti ini, maka pengelola asuransi ini (PT Jasindo) akan membayar ganti rugi Rp6 juta per ha. 
 
"Namun, hingga kini yang baru terpakai seribu ha untuk tanaman padi di Kabupaten Pidie," ujar Mukhlis. 
 
Sedangkan untuk petani yang jika sudah melebihi kuota Pemerintah Aceh ini, bisa memanfaatkan subsidi ini secara mandiri, yakni preminya tetap ditanggung Pemerintah Pusat 80 persen. 
 
Tepatnya Rp180 ribu per ha. Sisanya 20 persen lagi atau Rp36 ribu per ha ditanggung petani atau pemilik sawah.
 
Cara masuk asuransi usaha tani padi, yakni kelompok tani harus mendaftarkan tanaman padinya yang sudah ditanam 10 hari ke PT Jasindo. Setelah mendaftar ke PT Jasindo, pihak PT Jasindo bersama kelompok tani dan penyuluh pertanian di kecamatan datang ke lokasi untuk mengukur dan memvideokan areal tanaman padi yang mau diasuransikan.
 
Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy berharap kebijakan seperti ini dapat diikuti daerah lain. Selain itu, dia juga berharap petani bukan kategori miskin mengikutkan lahan pertaniannya asuransi secara mandiri.
 
“Makanya tugas pemerintah melakukan sosialisasi dan sebagainya. Ke depan, kami akan dorong mereka untuk mandiri. Pemerintah akan berkomitmen dengan itu, karena belum semua (ikut asuransi),” kata Sarwo Edhy.
 

 

 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif