Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI
Ilustrasi. FOTO: MI/RAMDANI

Berikut Alur Restrukturisasi dan Pembayaran Polis Nasabah Jiwasraya

Ekonomi Kementerian BUMN Jiwasraya
Suci Sedya Utami • 01 Desember 2020 07:37
Jakarta: Panitia Kerja (Panja) Jiwasraya yang diketuai oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima telah memberikan rekomendasi penyelesaian polis nasabah produk asuransi JS Saving Plan yang menjadi korban gagal bayar perusahaan.
 
Rekomendasi ini nantinya akan diterapkan melalui skema restrukturisasi melalui suntikan dana (bail in) tidak langsung ke PT IFG Life. IFG Life merupakan anak usaha dari PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI yang dibentuk untuk membayarkan polis nasabah dengan uang nasabah Jiwasraya yang belum dibayar nantinya akan ditransfer ke IFG Life.
 
Dalam rapat kerja antara Komisi VI DPR RI dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Aria memaparkan mengenai timeline restrukturisasi yang telah disepakati tersebut. Ia bilang pada Agustus 2020, Jiwasraya menyampaikan rencana penyehatan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian September 2020, Jiwasraya menggelar rapat koordinasi terbatas dengan regulator untuk membeberkan hasil investigasi kasus yang dideritanya. Oktober 2020, proses restrukturisasi dilakukan dengan membentuk IFG Life.
 
"Itu sudah dilakukan semua," kata Aria di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 30 November 2020.
 
Selanjutnya pada November 2020 pengajuan izin operasional IFG Life telah disampaikan ke OJK. Diharapkan pada Januari 202, OJK memberikan izin usaha, izin produk, dan izin pengalihan portofolio ke IFG Life.
 
Pada Maret 2021, BPUI akan menerbitkan surat utang yang rencananya diserap PT Taspen (Persero) dengan nilai maksimal Rp10 triliun dalam bentuk mandatory convertible bond. "Kemudian ada fundraising yang dilakukan oleh BPUI atau IFG," ujar Aria.
 
Di Maret hingga Juni 2021 juga akan dilakukan pendanaan berikutnya melalui suntikan penyertaan modal negara (PMN) dari pemerintah sekitar Rp12 triliun. Pada kurun waktu Desember 2020-Oktober 2021 merupakan masa restrukturisasi dan perpindahan polis. Di saat yang bersamaan Juli-Oktober 2021 dijadwalkan untuk pembayaran cicilan dimuka.
 
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menambahkan untuk melaksanakan restrukturisasi pihaknya akan mengumumkan kepada para pemegang polis. Selain itu, kementerian juga akan melakukan cut off data perhitungan nilai tunai yang akan dinegosiasikan dengan pemegang polis pada 31 Desember.
 
Dalam negosiasai, pihaknya akan menawarkan empat opsi pada pemegang polis. Namun Kartika tidak merinci opsi-opsi tersebut. "Kita akan umumkan minggu pertama Desember dengan mengundang para nasabah untuk bertemu, kemudian merestrukturisasi dan menerbitkan polis baru di bawah IFG Life dengan cut off date 31 Desember 2020," pungkas dia.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif