Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Medcom.id

Pemerintah Gandeng Akademisi Jamin Kompetensi Program Kartu Prakerja

Ekonomi pengangguran Pelatihan Kartu Prakerja Airlangga Hartarto Kartu Prakerja
Eko Nordiansyah • 22 Oktober 2021 21:33
Jakarta: Program Kartu Prakerja yang telah berjalan selama 18 bulan terus menjaga kualitas pelatihannya dengan melakukan proses asesmen dan pemantauan secara berkelanjutan. Pemerintah juga menggandeng keterlibatan akademisi baik dari universitas maupun yayasan untuk menjaga standar kartu prakerja.
 
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Cipta Kerja Airlangga Hartarto mengatakan, program kartu prakerja yang dimulai pada masa pandemi juga masuk dalam serangkaian inisiatif pemerintah yang menopang masyarakat untuk tetap bertahan di masa pandemi, bahkan menekan laju angka pengangguran.
 
"Sejak awal kami memang ingin memberikan pelatihan yang dapat membantu angkatan kerja meningkatkan kompetensinya. Walaupun kartu prakerja berubah menjadi program semi bansos akibat pandemi, kami tetap memastikan bahwa pelatihan yang ada di ekosistem kartu prakerja tetap terjaga kualitasnya," kata dia, Jumat, 22 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, standar pelatihan dalam program kartu prakerja telah disempurnakan beberapa kali agar memberikan hasil yang optimal bagi 11,4 juta penerima dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia yang begitu beragam baik minat, bakat, pendidikan, usia, gender, dan kondisi sosial-ekonominya.
 
Keterlibatan Perguruan Tinggi dan Yayasan yakni dengan cara screening sebelum suatu pelatihan masuk ekosistem kartu prakerja dan juga memonitor sesudah pelatihan masuk dalam ekosistem. Proses screening dilakukan oleh Tim Asesmen yang berasal dari Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Airlangga, dan Yayasan Indonesia Mengajar. Sedangkan monitoring dilakukan oleh Tim Pemantau dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Muhamadiyah Malang, dan Universitas Nadhlatul Ulama Indonesia.
 
"Tim Asesmen dan Tim Pemantau telah bekerja sejak Oktober 2020 untuk memastikan pelatihan di Program Kartu Prakerja telah memenuhi standar. Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan ini. Karena Program Kartu Prakerja akan dilanjutkan pada 2022, saya meminta agar Perguruan Tinggi dan Yayasan terus membantu dan mendukung Program Kartu Prakerja," ujar dia.
 
Berkat kolaborasi ini, program kartu prakerja mendapat rating pelatihan mencapai 4,9 dari skala 5, sebanyak 95 persen peserta mengatakan pelatihan sesuai minat mereka, 98 persen peserta mengatakan pelatihan meningkatkan kompetensi, 93 persen peserta mengatakan pelatihan dapat diaplikasikan di tempat kerja/usaha.
 
Selain itu, sebanyak 79 persen peserta program kartu prakerja menggunakan sertifikat pelatihan untuk melamar kerja, dan sepertiga dari yang menganggur sebelum ikut prakerja, kini sudah bekerja, baik sebagai karyawan maupun wirausahawan. Bahkan mereka juga bisa mendapatkan modal usaha dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).
 
"Khusus untuk wirausaha, program kartu prakerja sudah dihubungkan dengan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga ini menjadi proses yang tersambung dari bagian prakerja sampai bisa mendapatkan modal untuk menjadi entrepreneur," ungkapnya.
 
Hingga saat ini, Tim Ahli Asesmen Independen telah melakukan asesmen terhadap lebih dari 4.000 modul pelatihan yang diusulkan oleh Lembaga Pelatihan melalui Platform Digital. Di semester II-2021, lebih dari 1.600 pelatihan telah diajukan oleh 173 lembaga pelatihan.
 
Pelatihan-pelatihan ini telah diperiksa dan dimonitor oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja bersama dengan tim ahli. Hasilnya, hanya 440 jenis pelatihan dari 97 lembaga pelatihan saja yang bisa aktif di dalam ekosistem Kartu Prakerja. Ini menunjukkan Tim Ahli Asesmen Independen menegakkan standar yang sangat tinggi dan ketat.
 
Sementara itu, Tim Ahli Pemantau Independen telah melakukan pemantauan terhadap lebih dari 3.000 modul/jenis pelatihan yang telah tayang di ekosistem program kartu prakerja. Jumlah pelatihan dan lembaga pelatihan di atas akan terus bergerak dinamis karena semua lembaga pelatihan boleh mendaftar untuk masuk dalam ekosistem kartu prakerja.
 
Sesuai dengan Perpres 76/2020, program kartu prakerja menggunakan skema kemitraan, bukan pengadaan barang/jasa pemerintah. Masing-masing lembaga pelatihan yang sudah masuk dalam ekosistem akan bersaing menawarkan pelatihan dengan harga, kualitas, dan layanan terbaik bagi para penerima Kartu Prakerja.
 
"Jadi sistem di Prakerja kami pastikan terbuka, adil, bersaing, transparan, akuntabel, efisien dan efektif," kata Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif