Ekspor. Foto : MI.
Ekspor. Foto : MI.

Jurus Kemendag Hadapi Tantangan Sertifikasi Ekspor

Ekonomi Ekspor Kementerian Perdagangan Sertifikasi
Annisa ayu artanti • 24 September 2021 13:22
Jakarta: Sertifikasi masih menjadi tantangan dalam meningkatkan peluang ekspor Indonesia. Beberapa negara tujuan ekspor biasanya memberikan persyaratan tertentu terhadap barang atau produk yang akan masuk ke negaranya.
 
"Persyaratan sertifikasi kerap kali menjadi hambatan dalam perdagangan karena standar yang diterapkan oleh negara tujuan ekspor lebih ketat dari standar internasional," kata Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno dalam keterangan tertulis, Jumat, 24 September 2021.
 
Ia mengajak pelaku usaha untuk mengubah tantangan persyaratan sertifikasi yang ditetapkan oleh sejumlah negara tujuan ekspor itu menjadi peluang untuk meningkatkan ekspor Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Hal ini bisa disikapi para pelaku usaha Indonesia dengan melakukan pemetaan dan memanfaatkan berbagai kerja sama perdagangan internasional," ucapnya.
 
Dalam hal pemetaan menurutnya, pemetaan yang perlu dilakukan adalah pemetaan terhadap perubahan standar perdagangan agar produk Indonesia dapat menembus pasar ekspor. Sedangkan untuk pemanfaatan perdagangan internasional pelaku usaha diminta jeli terhadap hasil dari perundingan perdagangan.
 
“Indonesia harus tetap optimistis menghadapi tata kehidupan baru yang mensyaratkan banyak sertifikasi dalam proses perdagangan terutama pasca pandemi. Indonesia perlu mengembangkan standar, laboratorium uji, dan lembaga sertifikasi produk sehingga produk kita dapat selalu memenuhi standar pasar internasional,” ungkapnya.
 
Di sisi lain, Natan juga menjelaskan, pandemi covid-19 juga menjadi salah satu faktor yang membuat adanya perubahan lanskap dari perdagangan internasional, termasuk penerapan standar baru perdagangan yang semakin ketat.
 
Faktor keamanan dan kesehatan suatu produk menjadi faktor utama yang semakin penting dalam persyaratan standar perdagangan khususnya untuk produk pangan.
 
"Peningkatan standarisasi keamanan dan kesehatan ini bukan hanya pada produk, melainkan juga pada pengemasan dan labelnya. Peningkatan persyaratan sertifikasi ini diperkirakan akan terus berlanjut bahkan setelah masa pandemi covid-19,” jelas Natan.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif